Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menjadi momen penting dalam upaya memperkuat pembangunan nasional. Berbagai program prioritas yang diluncurkan oleh pemerintah menunjukkan komitmen mereka dalam mengatasi kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ekonomi masyarakat.
Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang bertujuan agar pembangunan memberikan dampak positif bagi rakyat.
“Apa yang dilakukan oleh Presiden dan capaian-capaian tersebut adalah bagian dari skema untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Ini merupakan pondasi yang diperlukan untuk memastikan bangsa ini berada di jalur yang benar dan baik,” ungkap Ujang dalam sebuah wawancara pada Kamis (22/10/2026).
Ia menyoroti sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Cek Kesehatan Gratis, serta Koperasi Desa Merah Putih yang saling terkait dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai contoh, Sekolah Rakyat memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, MBG tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di daerah.
“MBG lebih dari sekadar program pemberian makanan; ia juga mendorong perputaran ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa-desa. Pekerja yang sebelumnya menganggur kini mendapatkan pekerjaan, dan ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan pun turut berpartisipasi,” jelasnya.
Meskipun demikian, Ujang mengingatkan perlunya pengawasan dan perbaikan dalam tata kelola agar semua program pemerintah dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.
Sejalan dengan itu, pengamat ekonomi dari Great Institute dan Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Perdana Wahyu Santosa, menilai bahwa penguatan ekonomi kerakyatan adalah faktor kunci dalam menjaga momentum pembangunan nasional di tengah ketidakpastian yang ada di tingkat global.
“Program MBG juga berkontribusi dalam menciptakan berbagai lapangan kerja serta mendukung banyak vendor kebutuhan pokok. Tingginya permintaan terhadap telur, ayam, daging, sayuran, dan bahan pangan lainnya akan memberikan efek berantai yang positif bagi perekonomian, khususnya di daerah pedesaan,” paparnya.
Perdana juga mengamati bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi untuk memperkuat distribusi kebutuhan pokok sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di desa.
➡️ Baca Juga: Mario Aji Hadapi Tantangan di Kualifikasi Moto2 GP Indonesia, Mulai dari Posisi ke-23
➡️ Baca Juga: 5 Strategi Efektif untuk Investor Menghadapi Bear Market yang Harus Diketahui
