Harga Smartphone Baru Diperkirakan Meningkat Signifikan, HP Murah Terdampak Terbesar

Lembaga riset global Counterpoint memberikan peringatan tentang kemungkinan kenaikan harga smartphone yang signifikan pada tahun ini, terutama disebabkan oleh lonjakan biaya komponen RAM.

Situs GSM Arena melaporkan bahwa biaya RAM untuk smartphone telah melonjak hingga 50 persen dari kuartal ke kuartal (Q-to-Q), sementara biaya untuk penyimpanan NAND mengalami kenaikan lebih dari 90 persen dalam periode yang sama.

Analis Senior Counterpoint, Shenghao Bai, menjelaskan bahwa kenaikan harga eceran tidak dapat dihindari, karena produsen akan meneruskan biaya tambahan ini kepada konsumen. Peningkatan biaya memori ini berpengaruh besar terhadap Bill of Materials (BoM) atau total biaya bahan baku dalam pembuatan smartphone.

Menurut Bai, segmen smartphone kelas bawah, yang dibanderol di bawah US$200 atau sekitar Rp3,3 juta, menjadi yang paling terpengaruh. Untuk memproduksi smartphone entry-level dengan RAM LPDDR4X 6GB dan penyimpanan eMMC 128GB, produsen harus mengalokasikan 43 persen dari total BoM untuk memori.

Persentase ini meningkat sebesar 25 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sementara itu, untuk smartphone kelas menengah yang dijual antara US$400-600 (sekitar Rp6,7 juta – Rp10 juta) dengan konfigurasi memori 8GB RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.0 256GB, produsen akan menghadapi kenaikan biaya sebesar 15 persen untuk RAM dan 11 persen untuk penyimpanan.

Proyeksi ini berlaku untuk ponsel yang dirakit pada kuartal I 2026. Pada kuartal II, diperkirakan biaya RAM akan meningkat sebesar 20 persen, sedangkan biaya penyimpanan akan naik 16 persen.

Smartphone kelas atas, yang dijual di atas US$800 atau sekitar Rp13 juta, mungkin memiliki margin keuntungan yang lebih besar yang dapat membantu mereka menyerap dampak dari kenaikan harga. Namun, segmen pasar ini juga menghadapi tantangan lain, yakni tingginya harga chipset 2nm untuk model flagship.

Counterpoint memperkirakan bahwa BoM untuk smartphone dengan RAM LPDDR5X HKMG 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 512GB akan meningkat antara US$100-150 (sekitar Rp1,5 juta – Rp2,6 juta) pada kuartal II. Di sini, komponen RAM akan menyumbang 23 persen dari total BoM, sedangkan penyimpanan akan menyumbang 18 persen.

Dengan semua proyeksi peningkatan biaya material yang ada, harga smartphone yang beredar di pasaran kemungkinan besar juga akan mengalami kenaikan yang signifikan.

➡️ Baca Juga: Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Travel

➡️ Baca Juga: Cara Cerdas Mengelola Rempah-rempah Nusantara di Era Digital

Exit mobile version