Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, secara langsung memimpin upacara pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas terkait Penerimaan Terpadu Anggota Polri untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam memastikan bahwa proses seleksi anggota Polri di wilayah Sumsel berlangsung dengan baik.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polda Sumsel dalam menciptakan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, yang biasa disebut BETAH. Hal ini sangat penting, terutama mengingat tingginya minat masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari institusi kepolisian.
Hingga tanggal 30 Maret, data terbaru dari Panitia Daerah (Panda) Sumsel menunjukkan bahwa total pendaftar mencapai 3.684 orang. Dari jumlah tersebut, 2.898 peserta telah berhasil terverifikasi, dengan rincian 254 calon Taruna Akpol, 2.449 calon Bintara Polri, dan 195 calon Tamtama.
Seluruh proses verifikasi administrasi dan perekaman data peserta di tingkat Polres yang bernaung di bawah Polda Sumsel dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan dalam suasana yang kondusif. Hal ini mencerminkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi dari jajaran kepolisian.
Dalam amanatnya, Kapolda Sandi menekankan pentingnya membangun integritas institusi Polri mulai dari tahap awal rekrutmen. Ia menegaskan bahwa proses ini harus bebas dari segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak citra Polri.
“Untuk mewujudkan Polri yang prediktif, responsif, transparan, dan berkeadilan, kita harus memulai dari rekrutmen yang objektif dan bersih. Sumpah ini adalah komitmen kita bersama,” ujar Kapolda dengan tegas.
Menyusul arahan tersebut, Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Sudrajad Hariwibowo, menegaskan bahwa pengawasan ketat diterapkan di setiap tahapan seleksi. Ia menekankan bahwa prinsip BETAH akan menjadi standar utama dalam proses rekrutmen anggota Polri.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, mengungkapkan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan profesional, meskipun jumlah pendaftar terus meningkat setiap harinya. Hal ini menunjukkan transparansi yang dijunjung tinggi dalam proses seleksi.
“Kami memastikan semua tahapan dilakukan dengan penuh keterbukaan. Keberhasilan peserta sangat bergantung pada kemampuan dan hasil seleksi masing-masing individu,” tuturnya.
Polda Sumsel juga mengingatkan kepada 786 pendaftar yang belum menyelesaikan verifikasi agar segera melengkapi semua tahapan administrasi di Polres atau Polrestabes setempat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan semua pendaftar dapat mengikuti proses seleksi dengan baik.
Selain itu, masyarakat dihimbau untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Polda Sumsel menegaskan bahwa semua proses rekrutmen dilakukan dengan integritas dan transparansi yang tinggi, tanpa kompromi.
Polda Sumatera Selatan berkomitmen untuk menjaga integritas dan transparansi dalam rekrutmen anggota Polri, guna menghasilkan personel yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
➡️ Baca Juga: Puasa Syawal dan Utang Puasa Ramadhan: Penjelasan Buya Yahya yang Perlu Anda Ketahui
➡️ Baca Juga: Kebijakan Perlindungan Data Diperketat Pemerintah
