Israel Siapkan 100.000 Pasukan Cadangan untuk Ekspansi Perang ke Iran

Israel telah memulai mobilisasi sebanyak 100.000 pasukan cadangan sebagai langkah persiapan untuk memperluas operasi militernya, termasuk serangan yang sedang berlangsung di Iran dan Lebanon, menurut laporan dari media yang berfokus pada situasi di kawasan tersebut pada hari Senin.

Unit-unit intelijen militer Israel telah melaksanakan pengerahan pasukan cadangan sebagai bagian dari strategi untuk mempersiapkan “medan operasi tambahan dan perluasan konflik,” sebagaimana diungkapkan oleh situs berita Walla.

Pada hari Minggu, Angkatan Bersenjata Israel mengumumkan bahwa mereka bersiap untuk menyerap sekitar 100.000 pasukan cadangan yang telah dipanggil untuk memperkuat semua sektor dalam rangka “Operasi Singa Menggeram,” yang merupakan nama kode untuk serangan yang sedang berlangsung terhadap Iran.

Pada pagi hari Senin, militer Israel menyatakan bahwa mereka telah memulai “serangan ofensif” terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon, menandakan langkah agresif lebih lanjut dalam konflik ini.

Serangan udara yang dilancarkan oleh Israel menargetkan area pinggiran selatan Beirut serta beberapa lokasi di Lebanon selatan, yang mengakibatkan 31 orang tewas dan 149 lainnya terluka, menurut informasi dari Kementerian Kesehatan Lebanon.

Hezbollah mengkonfirmasi pada Senin pagi bahwa mereka telah meluncurkan rudal dan drone ke arah pangkalan militer Israel sebagai respons terhadap serangan harian yang dilancarkan oleh Tel Aviv terhadap Lebanon, termasuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sejak Sabtu pagi, Israel dan Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap Iran, yang mengakibatkan ratusan korban jiwa, termasuk di antara para pejabat tinggi Iran, termasuk Khamenei.

Teheran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke berbagai pangkalan serta kepentingan Israel dan AS yang berada di beberapa negara Teluk.

Washington dan Tel Aviv menuduh Teheran tengah menjalankan program nuklir dan rudal yang dianggap mengancam Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan tersebut. Iran, di sisi lain, menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan tidak bertujuan untuk memproduksi senjata nuklir.

➡️ Baca Juga: Cara Mudah Menguasai Desain Interior dalam Waktu Singkat

➡️ Baca Juga: Insanul Fahmi Tidak Terima Gugatan Cerai, Beraksi Terhadap Penghancur Rumah Tangga!

Exit mobile version