PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah melaksanakan penataan layanan di wilayah Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru, yang lebih dikenal sebagai BNI City. Langkah strategis ini diambil seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna KRL, serta untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penumpang selama perjalanan.
Meskipun adanya penataan ini, KAI menegaskan bahwa Stasiun Karet tidak akan ditutup. Stasiun yang terletak di pusat Jakarta ini akan tetap berperan dalam operasional perjalanan kereta, menjaga fungsinya di tengah perkembangan yang ada.
Anne Purba, VP Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah pelanggan KRL harus diimbangi dengan kesiapan prasarana dan infrastruktur yang memadai. Salah satu langkah penting yang diambil adalah mengintegrasikan layanan penumpang di Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.
“Integrasi antara Stasiun Karet dan BNI City ini penting karena kami melihat bahwa peningkatan volume penumpang harus didukung dengan infrastruktur yang baik,” ungkap Anne dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, pada hari Jumat, 4 September 2026.
Menurut Anne, kondisi fisik dari Stasiun Karet menjadi faktor pertimbangan utama dalam penataan ini. Peron yang ada saat ini relatif pendek dan dekat dengan jalur perlintasan, yang menimbulkan tantangan dalam pelayanan.
Kondisi ini dianggap perlu disesuaikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan layanan KRL di masa depan. KAI juga telah mempersiapkan berbagai transformasi dalam layanan KRL untuk beberapa tahun ke depan, yang tentunya memerlukan penyesuaian infrastruktur.
“Peron di Stasiun Karet cukup pendek dan berdekatan dengan perlintasan. Oleh karena itu, kami telah melakukan investasi sejak dua tahun lalu untuk melakukan transformasi pada seluruh rangkaian KRL. Maka dari itu, prasarana dan infrastruktur harus kita siapkan mulai sekarang,” tambahnya.
KAI menegaskan bahwa Stasiun Karet tidak akan ditutup, meski ada perubahan dalam layanan.
Anne kembali menekankan bahwa istilah penutupan Stasiun Karet tidak tepat. Ia meminta agar frasa tersebut tidak digunakan untuk mendeskripsikan penataan yang sedang terjadi di kawasan tersebut.
“Saya sangat menolak jika ada yang menyebut bahwa Stasiun Karet ditutup. Di KAI, terdapat stasiun yang melayani penumpang, stasiun yang khusus untuk angkutan barang, dan stasiun yang hanya melayani perjalanan kereta. Stasiun Karet tetap akan melayani perjalanan kereta,” jelasnya.
Dengan skema yang baru ini, Stasiun Karet akan tetap menjadi bagian integral dari perjalanan kereta dan konektivitas antarmoda. Namun, untuk layanan naik dan turun penumpang KRL, akan diintegrasikan dengan peron yang ada di Stasiun BNI City.
➡️ Baca Juga: Dua Pemain Chelsea Siap Pindah ke Manchester United, Termasuk Cole Palmer?
➡️ Baca Juga: Industri Agro Indonesia Terbukti Minim Terpengaruh Konflik Timur Tengah, Kemenperin Bahas Kenaikan Biaya Logistik Global
