Korlantas Terapkan Sistem One Way Nasional untuk Mudik Mulai 18 Maret 2023

Korlantas Polri akan melaksanakan penerapan sistem one way nasional pada Rabu, 18 Maret 2023, sebagai bagian dari Operasi Ketupat 2026 yang ke-6.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa telah dilakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan dan Direktur Utama Jasa Marga, yang memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal tersebut. “Penerapan sistem one way nasional ini akan berlaku antara pukul 10 hingga 12 siang,” ujarnya saat berada di Rest Area KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek.

Agus menambahkan bahwa jika infrastruktur dan teknologi penghitungan lalu lintas dapat dikelola dengan baik, ada kemungkinan penyesuaian terhadap penerapan sistem one way nasional atau tahapan awal one way akan diumumkan lebih lanjut.

Terkait penerapan sistem one way nasional saat arus balik, Agus mengungkapkan bahwa keputusan tersebut belum final.

“Untuk arus balik, kita akan evaluasi lebih lanjut. Namun, sejauh ini kondisi lalu lintas masih dalam kendali yang baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Agus juga menyebutkan bahwa Polri telah menyiapkan berbagai skenario Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) yang bersifat fleksibel dan akan diterapkan berdasarkan situasi di lapangan. Beberapa skema yang direncanakan meliputi contraflow, one way lokal, dan sistem one way nasional.

Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 18 Maret. Namun, jika kepadatan lalu lintas sudah terdeteksi lebih awal, maka rekayasa lalu lintas dapat diterapkan lebih cepat.

Agus menjelaskan bahwa skema one way tahap pertama akan diterapkan dari KM 70 hingga KM 236. Skema ini merupakan perluasan dari tahun sebelumnya, di mana penerapan hanya sampai KM 188.

“Jika kepadatan masih terjadi, skema ini akan langsung diperpanjang hingga KM 414,” tuturnya.

➡️ Baca Juga: Aktivis Ungkap Kerusakan Lingkungan dari Industri E-commerce

➡️ Baca Juga: Kim Jong Un Lakukan Uji Coba Rudal di Tengah Ketegangan AS-Israel dan Iran, Apa Penyebabnya?

Exit mobile version