Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali melanda sektor teknologi di seluruh dunia. Setelah Snap Inc, kini berita datang dari gergasi teknologi Meta, yang dikabarkan sedang merencanakan gelombang PHK besar-besaran pada bulan Mei 2026.
Perusahaan yang menaungi platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini diperkirakan akan mengurangi sekitar 10 persen dari total jumlah karyawannya secara global, yang berarti hampir 8.000 posisi akan terancam dalam fase awal pemutusan hubungan kerja ini.
Informasi ini pertama kali disampaikan oleh Reuters pada tanggal 17 April 2026. Jika rencana ini terwujud, ini akan menjadi salah satu langkah PHK terbesar yang dilakukan Meta sejak restrukturisasi besar yang mereka lakukan pada tahun 2022 dan 2023.
Pada saat itu, CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan penghapusan sekitar 21.000 posisi kerja dalam apa yang ia sebut sebagai “tahun efisiensi.” Kini, PHK kembali terjadi meskipun kondisi keuangan perusahaan menunjukkan performa yang sangat kuat.
Sepanjang tahun lalu, Meta mencatatkan pendapatan lebih dari US$200 miliar, setara dengan Rp3.400 triliun, dan laba bersih mencapai US$60 miliar atau sekitar Rp1.020 triliun.
Pendapatan yang signifikan itu sejalan dengan investasi agresif perusahaan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Menurut laporan Reuters, para eksekutif Meta saat ini berkeinginan untuk membentuk organisasi yang lebih ramping, dengan mengurangi lapisan manajemen dan meningkatkan perhatian pada pekerjaan yang dapat dibantu oleh AI.
Strategi ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran perusahaan untuk bersaing di era teknologi modern, terutama dalam pengembangan AI generatif dan agen digital otomatis.
Meta juga dilaporkan telah melakukan reorganisasi besar-besaran di divisi Reality Labs dan memindahkan sejumlah insinyur ke dalam grup baru yang disebut Applied AI. Tim ini bertugas untuk membangun agen AI yang mampu menulis kode serta menjalankan berbagai tugas kompleks secara otomatis.
Lebih lanjut, beberapa karyawan kemungkinan akan dipindahkan ke unit baru bernama Meta Small Business yang baru dibentuk bulan lalu. Hingga 31 Desember 2025, Meta tercatat memiliki hampir 79.000 karyawan di seluruh dunia berdasarkan laporan regulasi terbaru perusahaan.
Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan terus menurun seiring dengan berlangsungnya restrukturisasi bisnis yang direncanakan sepanjang tahun ini. Perusahaan menolak untuk memberikan komentar terkait waktu maupun skala PHK yang akan dilaksanakan.
➡️ Baca Juga: Strategi Kebugaran Efektif untuk Mempertahankan Postur Tubuh Optimal Selama Aktivitas Duduk Panjang
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menghasilkan Uang Melalui Platform Online Terpercaya untuk Pemula Mandiri
