Pramono Menanggapi Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jalan Protokol Jakarta

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, bersama timnya akan segera melakukan pembahasan mengenai jalur sepeda di beberapa ruas jalan di ibu kota, yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna sepeda.

“Mengenai fasilitas sepeda, saya pribadi adalah seorang pesepeda. Banyak masukan yang saya terima terkait hal ini. Dalam waktu dekat, Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan pembahasan khusus mengenai fasilitas sepeda yang ada,” ungkap Pramono di Balai Kota, pada hari Selasa.

Pramono menjelaskan bahwa ada dua alternatif yang akan dipertimbangkan terkait keberadaan jalur sepeda tersebut.

Dua opsi ini meliputi pemeliharaan jalur sepeda yang ada saat ini atau melakukan modifikasi agar jalur tersebut lebih efektif dan bermanfaat bagi pengguna.

Sebagai seorang pecinta sepeda, Pramono menyadari pentingnya mempertimbangkan berbagai pendapat sebelum mengambil keputusan mengenai kebijakan jalur sepeda di Jakarta.

“Apakah jalur ini masih perlu dipertahankan atau sebaiknya diubah, keputusan tersebut akan diambil dalam rapat mendatang,” papar Pramono.

Sebelumnya, usulan mengenai penghapusan jalur sepeda di jalan protokol Jakarta telah disampaikan oleh beberapa warga melalui platform media sosial Threads.

Salah satu pengguna dengan akun @seahawk.90 mengusulkan agar jalur sepeda di jalan protokol dihapus, dengan alasan bahwa jalur tersebut jarang dimanfaatkan pada hari kerja.

“Pak @pramonoanungw, saya usulkan agar jalur sepeda di jalan protokol dihilangkan. Kami melihat bahwa jalur ini sudah jarang dipakai dan sepeda hanya muncul saat CFD. Jika jalur ini dihapus, kami bisa memperlebar jalan dan mengurangi kemacetan di hari kerja. @prastowoyustinus, izin pak. CMIIW,” tulis akun tersebut.

Usulan tersebut kemudian menjadi salah satu masukan yang diterima oleh Pramono.

➡️ Baca Juga: Haier Mengimplementasikan Teknologi AI dan Robot untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi

➡️ Baca Juga: Menhaj Ungkap Rencana Haji 2026: Penerbangan Melalui Afrika dan Risiko Pembatalan Berangkat

Exit mobile version