Tim Geypens Klarifikasi Status WNI: Kesalahan Pribadi yang Diterima dengan Tanggung Jawab

Tim Geypens, pemain FC Emmen, baru saja kembali bermain setelah melewati masa yang cukup sulit terkait masalah kewarganegaraan yang dikenal sebagai “passportgate”. Ia tampil dalam pertandingan melawan RKC Waalwijk di Stadion Mandemakers pada hari Sabtu, 11 April 2025 dini hari WIB, setelah absen dalam beberapa laga sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Geypens mengungkapkan rasa lega yang mendalam karena bisa kembali ke lapangan setelah mendapatkan izin kerja. Ia juga secara terbuka mengakui bahwa kesalahpahaman mengenai konsekuensi hukum dari perubahan status kewarganegaraan adalah beban yang harus ia tanggung.

Geypens menyatakan bahwa ia baru menerima kabar baik tentang kembalinya ia ke tim sehari sebelum pertandingan. Momen tersebut ia anggap sebagai titik balik setelah mengalami situasi yang cukup menantang dalam kariernya.

“Pada malam Rabu, pengacara saya menghubungi untuk memberi tahu bahwa saya diperbolehkan kembali bermain. Saya bangun di pagi hari dengan perasaan sangat bahagia, karena saya kembali sebagai seorang pemain sepak bola dan bisa bergabung kembali dengan klub,” ungkap Geypens dalam percakapannya dengan media lokal.

Pemain berusia 20 tahun ini masuk sebagai pengganti di menit ke-65, menggantikan Lukas Larsen. Meskipun FC Emmen kalah 0-5 dalam pertandingan tersebut, kembalinya Geypens menjadi sorotan utama mengingat ia telah absen dalam empat pertandingan sebelumnya.

Geypens menjelaskan bahwa masalah yang dihadapinya berawal dari kurangnya pemahaman mengenai regulasi kewarganegaraan. Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), status kewarganegaraan Belandanya otomatis batal, sehingga ia harus memenuhi syarat sebagai pemain non-Uni Eropa, termasuk izin kerja dan izin tinggal.

“Hilangnya kewarganegaraan Belanda saya akibat keputusan tersebut bukanlah sesuatu yang saya anggap serius pada waktu itu. Saya sendiri tidak cukup melakukan riset mengenai hal ini, dan itu adalah kesalahan yang harus saya tanggung,” jelas Geypens.

Ia juga mengakui bahwa situasi tersebut cukup aneh, bahkan sempat membuat dirinya berada dalam posisi ilegal di negara tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

“Rasanya sangat tidak nyaman. Tiba-tiba saya berada di Belanda tanpa status yang jelas. Di negara yang menjadi tempat saya lahir dan bersekolah. Saya kini menyadari bahwa hukum harus dihormati, dan itu menjadi tantangan yang harus dicari solusinya,” tambahnya.

Meskipun demikian, Geypens menyatakan bahwa proses administrasi terkait kewarganegaraan kini telah berlangsung, termasuk izin tinggal sementara yang berlaku hingga tahun 2031. Ia juga menegaskan bahwa kondisi fisiknya telah kembali prima, meskipun ada sedikit kekakuan saat pertama kali kembali berlatih.

Kini, setelah melewati berbagai rintangan, Tim Geypens berharap untuk dapat menikmati kembali kariernya di dunia sepak bola tanpa adanya hambatan terkait status kewarganegaraan. Dengan pengalaman yang didapat, ia bertekad untuk lebih berhati-hati ke depannya dan memastikan bahwa semua aspek hukum terkait kewarganegaraannya dipahami dengan baik.

➡️ Baca Juga: Daftar 13 Provinsi yang Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan, Cek Jadwalnya

➡️ Baca Juga: Analisis Komprehensif: Bloatware Samsung vs Google di Indonesia

Exit mobile version