Motor yang digunakan dalam kelas utama balap motor dunia terus mengalami transformasi dari waktu ke waktu. Perubahan ini tidak hanya terjadi pada desain, tetapi juga mencakup kapasitas mesin, tenaga, kecepatan, akselerasi, sistem elektronik, aerodinamika, serta jenis bahan bakar yang digunakan.
Melihat sejarahnya, pada era sebelumnya, kelas utama ini menggunakan mesin 500cc dua tak sebelum beralih ke mesin empat tak dengan kapasitas yang jauh lebih tinggi. Mesin dua tak dominan sejak tahun 1970-an hingga 2001, dan pada masa terakhirnya, motor generasi ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 190 daya kuda.
Meskipun motor 500cc tersebut dikenal ringan dan memiliki karakter yang agresif, kecepatan maksimalnya masih jauh di bawah motor MotoGP modern. Sebagai contoh, Yamaha YZR500 pada tahun 2001 mampu mencapai tenaga sekitar 180 daya kuda dan mencatat kecepatan maksimum 305,9 km/jam saat kualifikasi di sirkuit Mugello.
Transformasi signifikan terjadi pada tahun 2002 ketika kelas utama memasuki era MotoGP. Kapasitas mesin maksimum meningkat menjadi 990cc, dan tenaga yang dihasilkan oleh pabrikan teratas mendekati 230 daya kuda. Teknologi baru seperti traction control, engine braking, dan sistem anti-wheelie mulai bermunculan pada saat itu.
Kecepatan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Honda RC211V dengan mesin 990cc yang diperkenalkan pada tahun 2002 mencatat kecepatan tertinggi hingga 324,5 km/jam di Mugello. Pada akhir era 990cc, kecepatan tertinggi di sirkuit tersebut sudah mencapai sekitar 334 km/jam.
Pada tahun 2007, kapasitas mesin dikurangi menjadi 800cc untuk menekan laju kecepatan. Meskipun tenaga tetap sekitar 230 daya kuda, perkembangan pada mesin berputaran tinggi dan teknologi elektronik menjadikan performa motor tetap sangat kompetitif. Di Qatar, catatan pole time pada tahun 2007 bahkan lebih cepat dibandingkan tahun 2006, menunjukkan bahwa waktu lap tidak hanya ditentukan oleh kapasitas mesin.
Pada tahun 2012, MotoGP kembali menggunakan mesin dengan kapasitas maksimum 1.000cc. Motor modern kini mampu menghasilkan sekitar 250 daya kuda, mencapai kecepatan lebih dari 360 km/jam, dan dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 2,6 detik. Rekor kecepatan MotoGP kini tercatat mencapai 368,6 km/jam di Mugello pada tahun 2026.
Perbedaan waktu lap sangat mencolok. Di Mugello, catatan pole Valentino Rossi untuk kategori 500cc pada tahun 2001 adalah 1 menit 52,554 detik, sedangkan pada tahun 2026, catatan pole sudah menembus waktu 1 menit 43,921 detik, lebih cepat sekitar 8,6 detik.
Mulai tahun 2027, kapasitas mesin kembali dibatasi menjadi 850cc. Bore maksimum diubah dari 81 mm menjadi 75 mm, aerodinamika motor juga dibatasi, dan perangkat seperti ride-height serta holeshot dilarang. Selain itu, bobot motor akan lebih ringan untuk meningkatkan performa.
➡️ Baca Juga: Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Ditangkap KPK dalam Operasi Penindakan
➡️ Baca Juga: Gaji Zinedine Zidane di Timnas Prancis Capai Rp9,3 Miliar, Melebihi Didier Deschamps
