Mobil listrik kini bukan lagi sekadar pilihan bagi penggemar teknologi atau pengguna awal. Di berbagai pasar otomotif global, kendaraan listrik bekas mulai mendapatkan perhatian serius dari konsumen yang tengah mencari alternatif dengan biaya operasional yang lebih terjangkau.
Di Amerika Serikat, fenomena ini terasa semakin jelas. Minat masyarakat terhadap mobil listrik bekas mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu pendorong utama tren ini adalah melonjaknya harga bahan bakar. Ketika harga bensin terus meroket, banyak konsumen beralih mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai solusi lebih ekonomis untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Di sisi lain, harga mobil listrik baru masih tergolong tinggi bagi sebagian konsumen. Hal ini menjadikan mobil listrik bekas sebagai pilihan yang lebih ramah di kantong.
Berdasarkan data pasar, penjualan mobil listrik bekas menunjukkan lonjakan yang cukup besar. Hanya dalam bulan Januari, penjualan kendaraan listrik bekas tercatat meningkat sekitar 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Tren positif ini juga terlihat sepanjang tahun 2025. Laporan industri menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik bekas pada tahun tersebut meningkat hingga 35 persen dibandingkan dengan tahun 2024.
Salah satu faktor kunci yang membuat mobil listrik bekas semakin menarik adalah penurunan harga. Dalam satu tahun terakhir, harga kendaraan listrik bekas mengalami penyesuaian yang cukup signifikan.
Data dari Cox Automotive, yang dilaporkan pada tanggal 15 Maret 2026, menunjukkan bahwa selisih harga antara mobil listrik bekas dan mobil berbahan bakar bensin semakin menyusut. Hal ini membuat kendaraan listrik lebih mudah diakses oleh masyarakat umum.
Pada bulan Januari lalu, selisih harga mobil listrik bekas dengan mobil bermesin bensin tercatat sekitar USD 1.376 atau setara dengan Rp 21,6 juta. Angka ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai sekitar USD 2.591 atau sekitar Rp 40,7 juta.
Analis industri berpendapat bahwa perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu di antaranya adalah meningkatnya jumlah mobil listrik bekas yang masuk ke pasar.
Banyak kendaraan listrik yang sebelumnya disewakan kini kembali ke pasar mobil bekas. Hal ini berkontribusi pada meningkatnya pasokan kendaraan listrik bekas yang tersedia bagi para konsumen.
➡️ Baca Juga: Profil Sabrina Farhana dan Isu Perselingkuhan Founder Nussa-Rara Aditya Triantoro
➡️ Baca Juga: 20% kepala desa tak tamat SMP: program P3PD – Analisis
