Wapres JD Vance Tegaskan Iran Tidak Perlu Mempermainkan AS dalam Negosiasi Perdamaian

Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Jumat memberikan peringatan tegas kepada Iran agar tidak “mempermainkan” Amerika Serikat saat ia menuju Pakistan untuk melakukan negosiasi yang sangat penting dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung.
Presiden AS Donald Trump telah menugaskan anggota timnya yang cenderung enggan terlibat dalam konflik dengan Iran untuk segera mencari solusi untuk perang yang dimulai enam minggu lalu. Tindakan ini juga menjadi respons terhadap ancaman mengejutkan dari Presiden Trump yang ingin menghapus “seluruh peradaban” Iran.
Israel, yang terlibat dalam kampanye militer melawan Iran bersamaan dengan AS, tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan ini. Pakistan, sebagai negara tuan rumah, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak mengakui kedaulatannya.
Gencatan senjata yang diumumkan oleh Trump pada Selasa malam datang dengan tujuan inti yang belum terpenuhi, termasuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, menghancurkan program rudalnya, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim yang ada.
Vance, yang dikenal skeptis terhadap intervensi militer asing dan vokal mengenai pengiriman pasukan ke dalam konflik yang berkepanjangan, berangkat pada hari Jumat untuk memimpin pembicaraan mediasi dengan Iran di Islamabad, ibu kota Pakistan.
Delegasi Iran dilaporkan telah tiba di Islamabad, dengan tim mereka dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, sebagaimana dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Keamanan di Islamabad pada hari Jumat sangat ketat, dengan laporan yang menyebutkan bahwa kota tersebut berada dalam keadaan penguncian.
Saat menaiki pesawat Air Force Two dalam perjalanan menuju Pakistan, Wakil Presiden JD Vance menyatakan, “Kami menantikan negosiasi ini. Saya optimis bahwa hasilnya akan positif. Namun, kita akan lihat bagaimana perkembangannya nanti.”
Vance mengacu pada pernyataan Trump yang menyatakan, “Jika Iran mau bernegosiasi dengan itikad baik, kami akan dengan senang hati menyambutnya.” Namun, ia menambahkan, “Jika mereka berusaha mempermainkan kami, maka tim negosiasi kami tidak akan memberikan respons yang diharapkan.”
Ia juga menyebutkan bahwa Trump telah memberikan pedoman yang jelas mengenai bagaimana proses pembicaraan harus dilakukan, meskipun tidak merinci lebih jauh. Wakil Presiden tidak menjawab pertanyaan dari wartawan yang mendampingi perjalanan tersebut.
➡️ Baca Juga: Bhayangkara Presisi Kalahkan Samator dan Rebut Posisi Teratas Final Four Proliga 2026
➡️ Baca Juga: Gus Lilur Ingatkan KPK Agar Hati-hati, Kasus Cukai Berpotensi Ancam Industri Rokok Rakyat




