Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
otomotif

Pasar Mobil Berkembang, Namun 5 Merek Ini Mengalami Penurunan Signifikan

Pasar mobil Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam penjualan selama periode Januari hingga Juli 2026. Meskipun demikian, tidak semua merek berhasil menikmati kenaikan ini. Beberapa di antaranya justru menghadapi penurunan penjualan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut data penjualan ritel dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil nasional untuk periode Januari-Juli 2026 tercatat mencapai 511.514 unit. Angka tersebut mencerminkan peningkatan sebesar 12,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yang hanya berada di angka 455.667 unit.

Di tengah pertumbuhan ini, Nissan mencatatkan penurunan yang paling signifikan di antara merek-merek lain. Penjualan Nissan merosot hingga 65 persen, dari 658 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi hanya 230 unit pada periode yang sama di tahun ini.

Denza, yang merupakan merek di bawah naungan BYD, mengikuti dengan penurunan sebesar 57 persen. Sepanjang tujuh bulan pertama di tahun 2026, merek ini berhasil menjual 2.386 unit, menurun drastis dari 5.547 unit pada tahun sebelumnya.

Subaru juga tidak luput dari dampak penurunan penjualan yang cukup besar, yakni sebesar 39,6 persen. Penjualan merek ini turun dari 154 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi hanya 93 unit pada periode yang sama di tahun 2026.

Selanjutnya, Volvo Cars mengalami penurunan penjualan sebesar 38,7 persen. Penjualan merek asal Swedia ini turun dari 62 unit pada tujuh bulan pertama tahun lalu menjadi 38 unit di tahun ini.

Honda, meskipun tidak memiliki persentase penurunan tertinggi, mencatatkan penurunan terbesar dalam hal jumlah unit yang terjual. Penjualan ritel Honda anjlok 37,7 persen, dari 44.196 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 27.554 unit di tahun 2026, berkurang sebanyak 16.642 unit.

Penurunan yang dialami Honda sangat mencolok, terutama karena terjadi pada saat merek-merek lain justru mampu mencatatkan peningkatan penjualan. Selama periode yang sama, Toyota mengalami pertumbuhan sebesar 2,6 persen dengan penjualan mencapai 150.933 unit, sementara Daihatsu juga mengalami kenaikan sebesar 9 persen menjadi 84.959 unit.

Merek BYD bahkan mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa. Penjualan ritel BYD melonjak hingga 72 persen, dari 16.532 unit menjadi 28.428 unit selama periode Januari-Juli 2026.

Data yang ada menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam persaingan di pasar otomotif nasional. Walaupun total pasar mengalami pertumbuhan, kinerja masing-masing merek menunjukkan variasi yang mencolok. Beberapa pemain berhasil meningkatkan volume penjualan mereka secara signifikan, sementara yang lainnya justru mengalami penurunan yang cukup mengkhawatirkan.

➡️ Baca Juga: Kecantikan untuk Pemula: Apa yang Harus Diketahui

➡️ Baca Juga: Apakah Mobil Listrik Hanya Memindahkan Polusi dari Knalpot ke Pembangkit Listrik?

Related Articles

Back to top button