uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
bola

Lille Kalah Telak dari Galatasaray, Ancelotti Soroti Kinerja Verdonk dan Tim Pertahanan

Pelatih Lille mengakui bahwa performa timnya di Liga Champions 2026/2027 belum memuaskan setelah mengalami kekalahan 2-4 dari Galatasaray. Kekalahan ini menjadi yang ketiga bagi Lille dalam tiga pertandingan di fase grup, menunjukkan bahwa mereka berada dalam situasi yang sangat sulit.

Dalam laga yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy pada Rabu, 21 Oktober 2026, Lille sempat unggul 2-1 berkat dua gol yang dicetak oleh Soriba Diaoune. Namun, Galatasaray berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum, dan di babak kedua, mereka menambahkan dua gol lagi untuk memastikan kemenangan.

Pelatih Lille menilai bahwa timnya seringkali kehilangan kontrol pada momen-momen penting dalam pertandingan. Ia mencatat bahwa gol-gol yang dicetak oleh lawan terjadi pada saat-saat krusial, seperti di awal pertandingan, menjelang akhir babak pertama, dan di awal babak kedua.

“Menurut saya, performa kami di Liga Champions masih jauh dari kata cukup. Kami harus segera berbuat sesuatu untuk merubah keadaan jika ingin tetap memiliki peluang dalam kompetisi ini. Masih ada beberapa pertandingan tersisa dan kami tetap optimis, tetapi perlu ada perubahan dalam pendekatan kami,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ketidakmampuan Lille dalam mengelola situasi penting selama pertandingan, yang sering kali berujung pada kebobolan gol.

“Perasaan saya, kami gagal mengatasi momen-momen penentu dalam laga. Kebobolan di awal pertandingan, sebelum turun minum, dan di awal babak kedua adalah hal yang berulang. Kami harus segera melakukan perbaikan,” tambahnya.

Selanjutnya, pelatih Lille menekankan bahwa kesalahan kolektif menjadi salah satu penyebab gol-gol yang dicetak oleh Galatasaray. Menurutnya, kesalahan dalam perebutan bola dan penempatan posisi di area penalti sangat berpengaruh pada hasil akhir.

“Kami kebobolan dua gol yang seharusnya bisa dihindari jika kami lebih baik dalam bermain secara kolektif. Di kompetisi ini, setiap kesalahan sangat dihukum. Hal ini terjadi lagi di laga ini,” ucapnya dengan nada serius.

“Pada dua gol pertama, kami kalah dalam duel dan tidak berada di posisi yang tepat di dalam kotak penalti. Ini adalah masalah yang juga kami hadapi saat bersua dengan Betis,” lanjutnya.

Pelatih Lille juga mengomentari performa tim setelah kebobolan dua gol di babak kedua. Menurutnya, pemain-pemain tidak mampu menjaga kekompakan dan terlalu mengandalkan usaha individu.

“Setelah dua gol tersebut, kami kehilangan kemampuan untuk bermain sebagai tim. Ini adalah hal yang harus segera diubah. Kami perlu berusaha untuk berkolaborasi lebih baik dan menciptakan peluang bersama, bukan hanya melalui aksi individu,” tuturnya.

➡️ Baca Juga: Manfaatkan Podcast untuk Belajar Efektif Saat Menyelesaikan Pekerjaan Rumah Tangga

➡️ Baca Juga: Skill Penting untuk Mahasiswa Kreatif dalam Membangun Penghasilan Mandiri

Related Articles

Back to top button