Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
bisnis

Distribusi 10 Ton Beras Per Hari oleh Bulog untuk Korban Gempa NTT di Kupang

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan distribusi logistik, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, agar bantuan pangan dapat segera sampai ke wilayah yang terdampak oleh gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rizal menjelaskan bahwa prioritas distribusi bantuan akan dilakukan dengan menggunakan sepeda motor untuk menjangkau lokasi-lokasi yang masih dapat diakses, terutama di daerah-daerah di mana kendaraan roda empat tidak dapat masuk akibat kerusakan jalan setelah terjadinya gempa.

“Strategi kami adalah mengutamakan penggunaan sepeda motor, mengingat banyaknya jalan yang mengalami longsor. Kendaraan roda empat tidak bisa masuk, sehingga kami menggunakan sepeda motor sebagai alternatif,” ungkap Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Jika jalur darat tidak memungkinkan, Bulog berencana memanfaatkan transportasi udara maupun laut dengan berkoordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penyaluran bantuan ke daerah yang memerlukan.

“Apabila sepeda motor tidak bisa menjangkau lokasi, kami akan berkoordinasi dengan BNPB yang memiliki armada transportasi udara dan laut. Kami baru saja melakukan koordinasi dengan Kepala BNPB (Letjen TNI Suharyanto) malam ini,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, Bulog telah menempatkan cadangan beras sebanyak 10 ton di bandara dan pelabuhan. Ini dilakukan agar distribusi dapat segera dilakukan ketika kebutuhan mendesak muncul.

Rizal menegaskan bahwa penempatan logistik di titik-titik transportasi ini bertujuan untuk mempercepat proses pengiriman, sehingga bantuan tidak perlu menunggu pengambilan dari gudang penyimpanan dalam situasi darurat.

Ia menyatakan bahwa strategi ini diterapkan berdasarkan pengalaman Bulog dalam menangani berbagai bencana sebelumnya, seperti banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera, yang membuat pola distribusi logistik semakin fleksibel dan adaptif terhadap kondisi lapangan yang terus berubah.

“Pengalaman kami di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan bahwa lebih efisien jika beras ditempatkan di bandara dan pelabuhan. Dengan begitu, jika ada pergerakan, informasi dapat segera direspons tanpa harus menunggu pengambilan dari gudang,” sebutnya.

“Jadi, saat ini, Pimpinan Wilayah Bulog di NTT telah memastikan bahwa beras sebanyak 10 ton siap setiap hari di bandara dan pelabuhan, terutama yang ada di Kupang,” tutupnya.

➡️ Baca Juga: Pahlawan Piala Dunia 2026 Tinggalkan Barcelona dan Bergabung dengan PSG secara Mengejutkan

➡️ Baca Juga: Strategi Bisnis untuk Mengoptimalkan Sistem Pelaporan demi Akurasi Keputusan yang Lebih Tinggi

Related Articles

Back to top button