Maskapai Pangkas Penerbangan Sambil Menambah 3.800 Jadwal Terbaru untuk Pelanggan

Sejumlah maskapai penerbangan global telah mengambil langkah untuk memangkas frekuensi jadwal penerbangan dan menaikkan tarif tiket seiring dengan meningkatnya harga bahan bakar pesawat yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, di tengah situasi sulit yang melanda industri penerbangan, Vietjet, maskapai asal Vietnam, justru memilih untuk memperluas jangkauan layanan mereka dengan menambah ribuan jadwal penerbangan baru.
Air India, Air New Zealand, dan Delta Air Lines adalah beberapa contoh maskapai yang telah mengurangi frekuensi terbang dan menaikkan biaya tiket sebagai respons terhadap kenaikan biaya operasional yang signifikan. Kenaikan harga avtur global, yang berkontribusi antara 20 hingga 40 persen terhadap total biaya operasional, menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan penerbangan.
Menurut laporan terbaru, harga bahan bakar jet di Eropa pernah mencapai angka tertinggi di US$1.838, atau sekitar Rp 31,42 juta per ton, dengan estimasi kurs Rp 17.100. Angka ini mencerminkan lonjakan yang mencengangkan, yaitu sekitar 121 persen dibandingkan sebelum terjadinya konflik, yang sebelumnya hanya berkisar di US$831.
Berbeda dengan kebijakan banyak maskapai lainnya, Vietjet memutuskan untuk melakukan ekspansi dengan menambah kapasitas penerbangan selama masa liburan panjang di Vietnam. Dalam rilis resmi yang diterima, maskapai ini mengumumkan akan mengoperasikan hampir 3.800 penerbangan domestik dari tanggal 25 April hingga 5 Mei 2026.
Penambahan ini setara dengan 500 penerbangan tambahan, yang mencerminkan peningkatan sebesar 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Selama periode puncak tersebut, Vietjet akan menyediakan hingga 832.000 kursi, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 130.000 kursi atau 18 persen secara tahunan.
Strategi ekspansi ini diambil untuk memenuhi lonjakan permintaan yang diperkirakan akan terjadi selama berbagai perayaan besar di Vietnam, seperti Hari Raja Hung, Hari Reunifikasi, dan Hari Buruh Internasional. Masa liburan ini dikenal sebagai salah satu periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi setelah perayaan Tahun Baru Imlek (Tet).
Vietjet akan menambah frekuensi penerbangan di beberapa rute domestik utama, termasuk dari Hanoi, Ho Chi Minh City, Da Nang, Nha Trang, Hue, Quy Nhon, hingga Phu Quoc. Selain itu, maskapai ini juga berkomitmen untuk memperluas jaringan internasionalnya dengan membuka rute baru, seperti Nha Trang–Singapura dan Hanoi–Shizuoka di Jepang, guna meningkatkan konektivitas regional.
Vietnam memiliki rute penerbangan yang menghubungkan berbagai destinasi di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, Vietjet juga melayani rute dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City. Sejak 1 Juni 2026, maskapai ini akan meluncurkan rute baru Jakarta–Da Nang dengan frekuensi lima penerbangan pulang-pergi setiap minggu.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menjaga Konsentrasi saat Menghadapi Skor Kritis di Akhir Set
➡️ Baca Juga: Bung Binder Mengevaluasi Keputusan Mauricio Souza dalam Memainkan Cyrus Margono




