MUI Mendorong Menkeu Baru untuk Mengintegrasikan Zakat sebagai Kredit Pajak

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan Menteri Keuangan yang baru dilantik, Suahasil Nazara, untuk menjalankan perannya dalam mempercepat perkembangan ekonomi syariah di tanah air, termasuk dengan mempertimbangkan zakat sebagai kredit pajak.
Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, Cholil Nafis, menekankan bahwa pemerintah perlu mendorong pemanfaatan instrumen ekonomi umat agar tidak sekadar menjadi pelengkap. Sebaliknya, instrumen ini harus diintegrasikan secara formal ke dalam manajemen keuangan dan kebijakan fiskal nasional.
“Kami berharap zakat dapat dijadikan sebagai kredit pajak, sehingga masyarakat memiliki motivasi baik secara religius maupun kenegaraan untuk membayar zakat,” ungkap Cholil di Jakarta pada hari Selasa.
Cholil juga menyoroti bahwa potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar dan memerlukan dukungan regulasi yang memadai agar dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan negara.
“Saya berharap Pak Suahasil dapat memaksimalkan potensi ekonomi syariah. Kekuatan ekonomi umat tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pilar dalam mendukung pembangunan Indonesia,” tambahnya.
MUI juga telah mengajukan pembentukan Danantara Syariah sebagai langkah strategis kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk memastikan bahwa instrumen keuangan syariah memiliki ekosistem yang terstruktur dan berkelanjutan.
Cholil lebih lanjut menyatakan bahwa berbagai instrumen keuangan umat yang saat ini berjalan secara terpisah, mulai dari sektor perbankan syariah, industri halal, hingga dana sosial keagamaan, perlu diakui secara resmi oleh pemerintah untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi dalam mendukung perekonomian makro.
“Banyak sekali aspek yang dapat menjadi instrumen ekonomi umat kita, tetapi itu harus diakui sebagai bagian dari instrumen negara, sehingga bisa terintegrasi dalam kerangka manajemen keuangan serta kebijakan fiskal pemerintah mengenai ekonomi dan keuangan umat ini,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Strategi Investasi Saham Bioteknologi untuk Pertumbuhan Portofolio yang Konsisten
➡️ Baca Juga: Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Dituduh Mengancam Bunuh Presiden, Ibu Negara, dan Mantan Ketua Parlemen




