Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bisnis

Pemerintah Ungkap Penyebab Menurunnya Produktivitas Tebu Nasional Secara Jelas

Jakarta – Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2028. Untuk mencapai target produksi gula konsumsi sebanyak 3 juta ton pada tahun 2026, Kementerian Pertanian telah merumuskan berbagai kebijakan yang mendukung.

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengungkapkan bahwa Holding Pangan ID Food bersinergi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) telah melaksanakan konsolidasi dalam industri gula nasional. Konsolidasi ini mencakup integrasi 36 pabrik gula yang tersebar dari Sumatra hingga Sulawesi.

“Demi mencapai target itu, pemerintah mengandalkan dua strategi utama: perluasan lahan dan peningkatan produktivitas,” jelas Kuntoro dalam pernyataannya pada 18 April 2026.

Program hilirisasi perkebunan, yang mencakup peremajaan tebu melalui metode bongkar ratoon dan pembukaan lahan baru seluas 200 ribu hektare pada tahun 2025 dan 2026, masih terus diupayakan meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan, menurut Kuntoro.

Kebijakan tersebut diperkuat dengan terbitnya Perpres No. 40/2023 mengenai Percepatan Swasembada Gula Nasional serta Penyediaan Bioetanol. Selain itu, pemerintah juga akan melepaskan varietas tebu unggul yang memiliki potensi hasil yang tinggi.

“Dari sisi tata niaga, penetapan harga acuan sebesar Rp 14.500 per kilogram di tingkat produsen dan Rp 17.500 per kilogram di tingkat konsumen diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara insentif bagi petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat,” tambah Kuntoro.

Namun, di balik optimisme tersebut, tantangan struktural tetap menghantui. Produktivitas tebu nasional masih tergolong rendah, dengan rata-rata produksi gula hanya sekitar 4,74 ton per hektar, jauh di bawah capaian terbaik yang pernah ada.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan hal ini, antara lain kondisi kebun tebu yang sudah menua, keterbatasan bibit unggul, serta praktik budidaya yang belum dioptimalkan. Selain itu, infrastruktur irigasi yang kurang memadai dan akses permodalan yang terbatas juga berkontribusi terhadap masalah ini.

“Di sisi hilir, banyak pabrik gula berusia tua yang memiliki rendemen rendah. Meskipun revitalisasi pabrik terus dilakukan dengan suntikan modal dari negara, peningkatan kinerja belum terlihat maksimal tanpa pasokan tebu yang berkualitas,” ungkap Kuntoro.

Sebelumnya, Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, secara terbuka menyatakan bahwa kualitas gula yang dihasilkan oleh BUMN pangan saat ini tidak optimal. “Hal ini disebabkan oleh kondisi pabrik gula tua yang dimiliki oleh BUMN,” kata Ghimoyo.

Di sisi lain, Yuvensius Sri Susilo, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY dan Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, juga menjelaskan bahwa kualitas gula yang dihasilkan oleh ID Food tidak sebaik produk dari pabrik gula swasta.

➡️ Baca Juga: Kode Redeem Free Fire Maret 2026 yang Aktif, Dapatkan Beragam Hadiah Gratis Sekarang!

➡️ Baca Juga: Upgrade Komponen Sendiri untuk Meningkatkan Performa Laptop Lama dengan Efektif

Related Articles

Back to top button