Iran Tegaskan Perang Berlanjut Sebagai Respons Ancaman Trump Terhadap AS

Militer Iran memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Mereka memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah akan berlanjut hingga AS mengalami apa yang disebut Iran sebagai kehinaan dan kekalahan yang permanen.
Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Ibrahim Zolfaghari, mengancam akan melancarkan serangan yang lebih kuat, lebih luas, dan lebih merusak terhadap pasukan AS serta Israel. Zolfaghari juga menolak klaim Trump yang menyatakan bahwa kekuatan Iran telah melemah secara signifikan.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengungkapkan bahwa dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan, AS akan membawa Iran kembali ke Zaman Batu. Ia juga menyatakan bahwa pasukan AS akan segera mencapai semua sasaran pertempuran mereka dengan sangat cepat.
“Kecerdasan kalian mengenai kekuatan dan perlengkapan militer kami sangat terbatas. Kalian tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang kemampuan strategis kami yang sangat luas,” ungkap Zolfaghari dalam pernyataan resminya yang dikutip dari NDTV, pada Jumat, 3 April 2026.
Menanggapi klaim Trump, Zolfaghari memberi peringatan kepada Washington agar tidak menganggap bahwa pasukan AS telah menghancurkan fasilitas produksi rudal strategis Iran. Ia menegaskan bahwa aset pertahanan penting, termasuk fasilitas produksi rudal, drone serangan jarak jauh, sistem pertahanan udara modern, serta kemampuan perang elektronik, masih utuh dan beroperasi dengan baik.
“Pandangan seperti itu hanya akan memperburuk kebuntuan yang telah kalian hadapi,” tegasnya.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Trump menyebutkan bahwa Iran hanya memiliki sedikit peluncur rudal yang tersisa, dan kemampuan mereka dalam peluncuran rudal maupun drone telah sangat dibatasi.
Menanggapi pernyataan tersebut, pejabat Iran menekankan bahwa lokasi-lokasi yang diserang oleh AS tidak memiliki signifikansi strategis.
“Produksi militer strategis kami berlangsung di tempat-tempat yang tidak kalian ketahui dan tidak akan pernah bisa kalian capai. Jangan repot-repot mencoba menghitung jumlah rudal, drone, dan sistem strategis kami; kalian pasti akan salah dan tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan,” ujarnya.
Iran menuduh pasukan AS dan Israel sebagai pihak yang memulai konflik, dan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan balasan. Juru bicara tersebut memperingatkan bahwa serangan selanjutnya akan segera menyusul, dan menggambarkannya sebagai respons yang tegas dan merusak terhadap tindakan agresi yang dilakukan oleh pihak-pihak tersebut.
➡️ Baca Juga: Mojang Mengubah Pola Update Minecraft: Dampak Terhadap Pengalaman Pemain
➡️ Baca Juga: Industri Agro Indonesia Terbukti Minim Terpengaruh Konflik Timur Tengah, Kemenperin Bahas Kenaikan Biaya Logistik Global




