DPR Menekankan Pentingnya Strategi Hilirisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan bahwa penerapan strategi hilirisasi merupakan langkah penting yang sejalan dengan agenda besar pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai angka 8 persen pada tahun 2029.
Sugeng menyampaikan, “Strategi hilirisasi menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2029,” saat Rapat Dengar Pendapat Komisi XII yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin, 13 April 2026.
Menurutnya, hilirisasi tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas tambang, tetapi juga berperan dalam memperkuat struktur industri nasional melalui integrasi yang menyeluruh dari hulu ke hilir.
Ia mengungkapkan bahwa konsolidasi serta sinergi di antara berbagai entitas dalam industri tambang telah memberikan hasil yang positif, terutama dalam menjaga produksi dan pengelolaan sektor tersebut.
“Dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di industri pertambangan, konsolidasi dan sinergi yang dilakukan melalui diversifikasi produk tambang telah membuktikan kemampuan menghasilkan dan mengelola tambang secara efisien,” tuturnya.
DPR juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya mineral yang dilakukan secara terintegrasi, agar mampu memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Penguatan tata kelola dianggap sebagai faktor utama untuk menjamin keberlangsungan sektor pertambangan di tengah perubahan dinamika global.
Dalam kesempatan yang sama, Holding Industri Pertambangan MIND ID melaporkan bahwa kinerja mereka sepanjang tahun 2025 tetap menunjukkan hasil yang positif meskipun dihadapkan pada volatilitas harga komoditas global. Perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar Rp159 triliun, EBITDA mencapai Rp42 triliun, dan laba bersih sebesar Rp29 triliun, semua angka tersebut melampaui target yang telah ditentukan sebelumnya.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi fondasi yang penting untuk menghadapi tantangan di tahun depan.
“MIND ID akan tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kinerja produksi dan prinsip keberlanjutan yang ada,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, perusahaan ini menargetkan peningkatan produksi untuk sejumlah komoditas utama, termasuk batu bara, bauksit, bijih nikel, dan timah. Namun, DPR menegaskan bahwa arah kebijakan hilirisasi tetap menjadi faktor kunci dalam memastikan kontribusi sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
➡️ Baca Juga: Harga Minyak Goreng Meningkat Sementara Bawang Merah dan Cabai Rawit Merah Turun, Simak Daftarnya
➡️ Baca Juga: Pre-Departure Briefing FTUI: Siswa Persiapan Kuliah Luar Negeri Genap 2025/2026




