Edward Halim Minta Maaf kepada Komunitas LGBTQ+ Setelah Viral di Thailand

Jakarta – Nama YouTuber asal Indonesia, Edward Halim, baru-baru ini mendapat perhatian luas, bukan hanya dari warganet di dalam negeri, tetapi juga dari internasional.
Perhatian tersebut muncul setelah ia mengunggah konten saat berada di Thailand.
Di dalam video tersebut, Edward tampak memasuki sebuah toko dan bertanya kepada penjual mengenai baju yang tersedia.
Namun, konten ini menuai kritik dari komunitas LGBTQ+ karena pernyataan yang diucapkan Edward kepada penjual di toko tersebut.
“Kalau kalian berkunjung ke Thailand, hati-hati ya, terkadang pria bisa jadi wanita, dan wanita bisa jadi pria,” ungkap Edward.
Edward terlihat mendekati penjual baju yang diduga merupakan seorang transgender untuk menanyakan mengenai ukuran pakaian.
Setelah memilih beberapa baju, Edward bertanya apakah ia bisa mencoba pakaian tersebut, namun penjual menyatakan bahwa hal itu tidak diperbolehkan.
“Ini tidak bisa dicoba, jadi kita tidak tahu apakah ukurannya pas,” ujar Edward.
“Saya sebenarnya tidak berniat membeli, tetapi kita sudah menunjukkan kepada kalian, jadi ya sudah, saya beli aja, kasihan,” tambahnya.
Tindakan tersebut memicu kemarahan di kalangan netizen. Banyak yang menganggap bahwa Edward Halim bersikap tidak sopan dan tidak pantas terhadap komunitas LGBTQ+.
“Bayangkan saja, bersikap tidak hormat kepada seorang wanita transgender di Bangkok, dari semua tempat? Oh Edward Halim, saya akan selalu mendoakan agar kamu mendapat balasan yang setimpal,” tulis akun X blessinhwall.
Lalu, siapa sebenarnya Edward Halim?
Edward Halim bukanlah sosok baru di dunia konten kreator. Kegiatan jalan-jalannya membuatnya memiliki banyak penggemar di media sosial.
Berdasarkan informasi dari LinkedIn, ia menyelesaikan pendidikan di University of Washington di Seattle dengan gelar Bachelor of Science dalam bidang Informatika.
Setelah menempuh pendidikan di University of Washington, Edward melanjutkan studi S2 di McDaniel College dengan jurusan Data Analytics dan berhasil lulus pada tahun 2025 dengan meraih GPA 4.0.
Sejak tahun 2020, Edward menetap di Amerika dan mulai membuat konten YouTube yang berkaitan dengan pengalamannya tinggal di Amerika Serikat.
Ia juga pernah membuat podcast bersama teman-temannya yang membahas tentang kehidupan orang Indonesia di Amerika.
Edward pernah bekerja di Reason Automation yang berbasis di Seattle. Pada tahun 2021, ia menjabat sebagai Business Intelligence Analyst untuk Starbucks di Seattle.
➡️ Baca Juga: Mitos dan Fakta Seputar Kuliner Indonesia
➡️ Baca Juga: Uus Kuswanto Resmi Menjadi Komisaris MRT Jakarta, Penguatan Kepemimpinan DKI




