Program MBG Tingkatkan Dampak Ekonomi dan Perkuat Gizi untuk Kelompok 3B secara Efektif

Guru Besar Ilmu Kesejahteraan Sosial dari FISIP UI, Fentiny Nugroho, mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi keluarga penerima manfaat serta komunitas di sekitarnya.
Riset ini dipresentasikan dalam sebuah Seminar Riset dengan tema “Kajian MBG: Dampak terhadap Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga”, yang diselenggarakan untuk merayakan Dies Natalis ke-58 FISIP UI di Auditorium Juwono Sudarsono, Depok.
Studi ini menginvestigasi bagaimana program MBG memengaruhi aspek ekonomi rumah tangga, baik dari segi pendapatan maupun pola pengeluaran keluarga yang terlibat.
Penelitian yang dipimpin oleh Fentiny melibatkan tim peneliti yang terdiri dari Annisah, Anna Sakreti Nawangsari, Arif Wibowo, dan Shinta Tris Irawati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program MBG membawa dampak ekonomi yang cukup berarti bagi masyarakat di sekitarnya.
“SPPG mampu menggerakkan dana antara Rp10–12 miliar per tahun. Sekitar 85 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian bahan baku dari petani lokal. Tiap SPPG mempekerjakan sekitar 50 orang dan melibatkan banyak petani serta pemasok,” ungkap Fentiny dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 16 Maret 2026.
Selain menciptakan lapangan kerja, penelitian ini juga menemukan bahwa program MBG memberikan tambahan pendapatan bagi relawan yang terlibat dalam operasional SPPG. Mereka menerima penghasilan harian yang cukup berarti bagi kondisi ekonomi keluarga mereka.
“Mereka mengungkapkan kepuasan karena kini memiliki penghasilan harian yang relatif stabil, berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp125 ribu,” jelasnya.
Temuan lain dari studi tersebut menunjukkan adanya pengurangan pengeluaran rumah tangga untuk sebagian keluarga penerima manfaat, terutama dalam hal kebutuhan pangan.
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Imamudin Yuliadi, yang menilai bahwa program MBG berpotensi menjadi alat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi di tingkat daerah.
“Program MBG dapat berfungsi sebagai instrumen strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membangun ketahanan pangan serta memperkuat kemandirian ekonomi lokal,” kata Imamudin.
➡️ Baca Juga: Roblox Dihadapkan pada Gugatan, Dituduh Menjadi Target Predator Anak-anak
➡️ Baca Juga: Ahmad Muzani: Indonesia Berpotensi Keluar dari Board of Peace Jika…




