PDIP Menyebut Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Sebagai Bagian Dari Strategi Politik

Jakarta – Sejumlah sekretaris jenderal (sekjen) dari partai politik yang mendukung pemerintahan Prabowo Subianto berkumpul di kediaman Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, pada malam hari, tanggal 13 Agustus 2026.
PDIP, yang tidak mengirimkan perwakilan dalam pertemuan tersebut, telah memberikan tanggapannya. Mereka menganggap bahwa pertemuan ini adalah hal yang lumrah dalam dunia politik.
Wasekjen PDIP, Utut Adianto, menyampaikan bahwa pertemuan antar politisi adalah bagian dari dinamika politik yang wajar. “Jika ada orang yang bertemu, itu merupakan bagian dari permainan politik, jadi itu normal saja,” ungkapnya saat berbicara kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada 14 Agustus 2026.
Menurut Utut, pertemuan ini mencerminkan komitmen partai-partai dalam koalisi untuk menunjukkan solidaritas dan persatuan, khususnya menjelang pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang akan datang.
“Mereka bersatu untuk memiliki satu visi dalam menghadapi APBN, serta satu pandangan dalam nota keuangan,” tambahnya.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa sejumlah sekjen partai politik berkumpul di kediaman Sekjen DPP Partai Gerindra, Sugiono, yang terletak di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada malam hari, 13 Agustus 2026.
Beberapa partai yang turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai NasDem.
Selain itu, ada juga Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, serta Partai Rakyat Adil Makmur yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.
Pernyataan mengenai pertemuan ini juga dikonfirmasi oleh Sekjen DPP Partai Golkar, M Sarmuji. Ia menyatakan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk menjalin silaturahmi antar partai.
“Ini hanyalah silaturahmi. Sebuah refleksi menjelang perayaan 17 Agustus,” jelas Sarmuji saat dihubungi pada tanggal 13 Agustus 2026.
Sarmuji juga mengungkapkan bahwa beberapa topik dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya adalah untuk memastikan langkah-langkah pembangunan bangsa dapat menuju cita-cita kemerdekaan yang diharapkan.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP PKS, M Kholid, juga mengonfirmasi kehadiran perwakilan dari partai-partai dalam koalisi pemerintahan. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka adalah untuk saling bertukar pikiran dan memperkuat kerja sama.
“Pertemuan ini merupakan upaya saling mendukung antara sesama anggota partai koalisi,” ungkap Kholid, menambahkan bahwa hubungan antar partai koalisi memang sudah terjalin sejak lama dan pertemuan ini meningkatkan kedekatan tersebut.
➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral yang Efektif Mendukung Aktivitas Kreatif Tanpa Gangguan
➡️ Baca Juga: Apakah Mobil Listrik Hanya Memindahkan Polusi dari Knalpot ke Pembangkit Listrik?




