happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

108 Pengungsi Gempa NTT Meninggal, Mendagri Akan Mengonfirmasi dengan Gubernur

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa ia akan segera melakukan konfirmasi langsung kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait laporan mengenai kematian puluhan penyintas gempa bumi yang terjadi di pengungsian.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mendagri usai menghadiri rapat tingkat menteri di Kantor Kementerian Sosial yang terletak di Salemba, Jakarta, pada Rabu, 30 September 2026.

“Saya akan melakukan cross-check terlebih dahulu dengan pemerintah daerah, di lokasi mana saja dan apa penyebabnya. Saya tidak ingin memberikan informasi yang tidak akurat, ini penting untuk mendapatkan masukan yang benar. Saya akan berbicara langsung dengan Gubernur,” ujar Tito.

Kementerian Dalam Negeri juga berencana untuk memantau secara aktif peran pemerintah daerah dalam merawat para pengungsi, meskipun pengelolaan situasi darurat di lapangan secara struktural tetap berada di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Menurut Tito, pemerintah pusat telah mencadangkan dana tambahan sebesar Rp20 miliar untuk masing-masing dari tujuh kabupaten dan kota yang terdampak, serta Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT.

Ia mengingatkan kepada kepala daerah untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran tersebut dengan cepat, guna memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan dan penanganan dasar di lokasi pengungsian.

“Jika ada masalah yang timbul akibat kurangnya perawatan atau kondisi yang tidak memadai, ini akan menjadi bahan evaluasi. Saya akan menyampaikan kepada pemerintah daerah agar memanfaatkan anggaran yang ada secara efektif,” tegas Tito yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolri.

Sebanyak 108 penyintas gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, dilaporkan meninggal dunia di pengungsian hingga akhir September 2026.

Data terkini menunjukkan bahwa 108 individu kehilangan nyawa akibat dampak tidak langsung pascagempa, baik di pengungsian maupun posko yang disediakan.

Kabupaten Manggarai mencatat angka kematian tertinggi dengan 44 orang, diikuti oleh Manggarai Timur dengan 33 orang dan Nagekeo sebanyak 20 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa total korban jiwa akibat gempa tersebut mencakup mereka yang meninggal dunia karena kondisi yang tidak langsung, setelah mendapatkan penanganan medis.

Sebagian besar dari korban adalah kelompok lanjut usia dan anak-anak. Berdasarkan informasi dari pemerintah daerah setempat, mereka menderita penyakit saluran pernapasan, seperti pneumonia dan diare, yang dipicu oleh cuaca ekstrem serta kondisi lingkungan pengungsian yang berdebu dan kurangnya sanitasi yang memadai.

➡️ Baca Juga: Haier Mengimplementasikan Teknologi AI dan Robot untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi

➡️ Baca Juga: Bahaya Steroid dalam Fitness dan Dampak Negatifnya pada Kesehatan Jangka Panjang

Related Articles

Back to top button