Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Diperluas hingga Bengkulu pada Hari ke-9

Jakarta – Pencarian terhadap delapan individu yang hilang kontak saat berada di speed boat Arupadhatu di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kesembilan tanpa adanya tanda-tanda keberadaan mereka.
Tim SAR Gabungan kini telah memperluas area pencarian dengan menerjunkan 22 alat utama sistem pertolongan (alut) air. Pencarian dilakukan secara terstruktur dengan membagi area menjadi delapan sektor laut, mencakup luas sekitar 3.439 mil laut persegi.
Dalam upaya memperluas jangkauan pencarian, tim tidak hanya fokus pada Selat Sunda, tetapi juga merambah ke pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu. Langkah ini diambil sebagai langkah antisipasi jika korban atau puing-puing dari speed boat terbawa arus laut ke wilayah tersebut.
Untuk mendukung kegiatan ini, Tim SAR telah berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu agar turut serta dalam proses pencarian dan pemantauan di daerah tersebut.
Di lokasi utama pencarian, 22 alut air telah dikerahkan ke delapan sektor. Sektor A, yang memiliki luas 511 mil laut persegi, disisir oleh KRI Dewa Kembar dan KP Sanjaya.
Sektor B, dengan luas 539 mil laut persegi, melibatkan KN SAR Basudewa. Sektor C, seluas 585 mil laut persegi, ditangani oleh KRI Leuser.
Di sektor D, yang memiliki luas 319 mil laut persegi, pencarian dilakukan oleh KN SAR Antasena dan KRI Lepu. Sektor E, dengan luas 271 mil laut persegi, disisir oleh RIB 02 Lampung dan KAL Pahowang.
Sektor F, yang mencakup 265 mil laut persegi, melibatkan sejumlah kapal dari KP Polairud. Sektor G, dengan luas 282 mil laut persegi, dilakukan oleh KAL Anyer, RBB Pulau Peucang, dan RIB 02 Banten.
Sektor H menjadi area pencarian terluas, dengan luas mencapai 667 mil laut persegi. Pencarian di sektor ini melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, dan KN Damaru.
Selain mengerahkan puluhan alut air, Tim SAR juga memanfaatkan dua unit drone thermal dari Basarnas untuk pemantauan udara.
Penggunaan drone tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai keberadaan korban, bagian kapal, atau benda lain yang berkaitan dengan insiden hilangnya speed boat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa semua unsur di tim SAR tetap berkomitmen untuk memaksimalkan upaya pencarian delapan orang yang sampai saat ini belum ditemukan.
➡️ Baca Juga: Ustaz Riza Muhammad Ditegur Istri Karena Olahraga dengan Pakaian Minim
➡️ Baca Juga: Hari Bumi 2025: Aksi Konkret untuk Masa Depan Berkelanjutan




