PAN Dukung Prabowo Dalam Upaya Meredakan Eskalasi Konflik AS-Iran Secara Penuh

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen partainya untuk memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menjalin diplomasi di tingkat internasional.
Salah satu fokus utama yang disorot adalah upaya Prabowo dalam meredakan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa peran aktif Prabowo di panggung global merupakan manifestasi dari amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang menekankan pentingnya Indonesia berkontribusi dalam menjaga ketertiban dunia.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak seharusnya hanya berperan sebagai penonton di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang terjadi.
“Prinsipnya, lebih baik kita terlibat dalam proses penentuan kebijakan ketimbang hanya menonton tanpa dapat berbuat apa-apa,” ujar Zulhas kepada wartawan di Kantor DPP PAN yang terletak di Jakarta Selatan, pada hari Jumat, 6 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ada upaya untuk menghentikan tindakan yang dilakukan oleh Israel di Gaza. Meskipun hal tersebut bukanlah perkara yang mudah, Zulhas menekankan pentingnya adanya usaha, karena hanya dengan cara itulah Indonesia dapat berkontribusi secara konstruktif.
Zulhas juga mengangkat isu ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai hal yang perlu menjadi perhatian.
Ia menyatakan bahwa sebagai seorang Presiden, Prabowo berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menjembatani pihak-pihak yang sedang berkonflik.
Bahkan, Prabowo telah mendapatkan dukungan dari beberapa negara lain, termasuk Pakistan, untuk mendukung misinya dalam meredakan konflik.
“Bapak Presiden berusaha, dan bahkan telah mendapatkan dukungan dari Pakistan untuk menengahi dan menjembatani. Kami memberikan dukungan penuh terhadap langkah ini, karena sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar kita,” tegasnya.
Sebelumnya, terdapat laporan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana untuk melakukan perjalanan ke Teheran, Iran, bersama pemimpin Pakistan dengan tujuan meredakan ketegangan yang ada di kawasan Timur Tengah.
Rencana tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Jimly Asshiddiqie.
Jimly menyatakan bahwa Prabowo telah dihubungi oleh pemimpin Iran untuk melakukan kunjungan ke Teheran guna menurunkan eskalasi konflik yang sedang berlangsung.
“Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk berkunjung bersama Presiden Prabowo ke Teheran,” ujar Jimly kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 Maret 2026.
“Artinya, bukan hanya Indonesia yang terlibat, tetapi dukungan dari Perdana Menteri Pakistan juga menunjukkan bahwa upaya Presiden Prabowo memiliki dukungan internasional. Saya lupa apakah dia Perdana Menteri atau Presiden Pakistan, tetapi mereka berdua akan melakukan perjalanan ke Teheran bersama-sama,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Menguasai Nahwu dan Sharaf untuk Pemula
➡️ Baca Juga: Presiden AS Kunjungi Indonesia, Bahas Investasi




