Tingkatkan Kesiapan Anda untuk Berkolaborasi dengan Teknologi AI yang Berkembang

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkirakan bahwa Indonesia akan memerlukan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Namun, saat ini masih terdapat kekurangan sekitar 3 juta talenta yang perlu diatasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja semakin pesat. Berdasarkan Microsoft Work Trend Index 2026, 62 persen responden di Indonesia menganggap pentingnya kemampuan berpikir kritis di era yang dipengaruhi oleh AI.
Sementara itu, 60 persen responden menilai bahwa keterampilan dalam mengendalikan kualitas hasil yang dihasilkan oleh AI menjadi semakin diperlukan.
Hal ini menunjukkan bahwa dunia kerja tidak hanya memerlukan kemampuan untuk mengoperasikan perangkat berbasis AI, tetapi juga pemahaman yang lebih dalam.
Perusahaan kini mencari talenta yang mampu mengidentifikasi masalah secara komprehensif, menganalisis data, bekerja sama dalam tim, serta menentukan cara yang tepat untuk memanfaatkan teknologi.
Dari sudut pandang industri, kemajuan AI mengubah kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Meskipun kemampuan teknis tetap vital, pemahaman tentang kebutuhan bisnis dan kemampuan untuk menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang bernilai juga semakin penting.
Untuk menjawab tantangan ini, Binus University meluncurkan Program Kecerdasan Buatan yang tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga membangun fondasi akademik, keterampilan berpikir kritis, pemahaman tentang bisnis, serta kesadaran akan penerapan AI yang etis dan bertanggung jawab.
Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa memahami proses pengembangan AI, mengevaluasi output yang dihasilkan oleh teknologi, dan menerapkannya untuk menyelesaikan masalah nyata.
Penerapan AI dapat dilakukan dalam berbagai konteks, mulai dari analisis data dan peningkatan efisiensi operasional hingga pengembangan layanan dan inovasi baru.
Direktur Kampus Binus Bekasi, Gatot Soepriyanto, menyatakan bahwa hadirnya program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari AI dalam konteks industri dan bisnis yang nyata.
“Kami ingin agar pembelajaran AI tidak hanya berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi industri, bisnis, dan masyarakat,” jelasnya.
Dari perspektif akademis, kurikulum Program Kecerdasan Buatan di Binus University dirancang secara multidisiplin. Kurikulum ini menggabungkan dasar-dasar matematika, ilmu data, pembelajaran mesin, penglihatan komputer, pemrosesan bahasa alami, serta Internet of Things (IoT) dan robotika.
➡️ Baca Juga: Busana Selvi Ananda di Upacara HUT RI ke-81, Menggambarkan Makna Ta’a Dayak Kenyah
➡️ Baca Juga: Trump Janjikan Penyelesaian Konflik dengan Iran dalam Waktu 2-3 Minggu




