Witan Sulaeman Tunjukkan Tato Macan, Rizky Ridho Ungkap Fakta Menarik Timnas Indonesia

Jakarta – Gelandang dari Persija Jakarta, Witan Sulaeman, memperlihatkan tampilan yang menarik menjelang dimulainya Super League 2026/2027. Pemain yang membela Timnas Indonesia ini mengejutkan publik dengan memamerkan dua tato di kedua lengannya.
Perubahan gaya Witan langsung mencuri perhatian banyak orang. Di usia 25 tahun, ia dikenal sebagai sosok yang cukup sederhana dan jarang menunjukkan penampilan yang mencolok.
Namun, dalam unggahan terbarunya pada tanggal 12 Agustus 2026, Witan tampil berbeda dengan tato yang menghiasi lengan kanan dan kirinya.
Tato di lengan kanan Witan menggambarkan seekor macan yang melingkari bisepnya. Sementara itu, tato di lengan kirinya memiliki ukuran yang lebih besar dan membentang di bagian luar lengan.
Meski Witan tidak memberikan penjelasan tentang makna di balik tato tersebut, komentar dari kapten Persija, Rizky Ridho, menjadi sorotan publik.
“Tatonya aja macan, apalagi hatinya,” tulis Ridho di kolom komentar unggahan Witan, yang menambah rasa penasaran banyak orang.
Salah satu netizen bertanya-tanya mengenai apakah tato tersebut bersifat permanen. Rizky Ridho pun menjawab dengan penjelasan yang membuat publik semakin ingin tahu.
“Aman, Mas, itu Witan tatonya yang bisa untuk sholat, dua minggu hilang,” ujar Ridho, menjelaskan bahwa tato yang dipamerkan bukanlah tato permanen dan diperkirakan akan memudar dalam waktu beberapa pekan.
Dengan demikian, publik kini mengetahui bahwa tato yang ditunjukkan Witan adalah tato sementara dan bukan permanen.
Perubahan penampilan Witan ini bertepatan dengan awal baru dalam kariernya di Persija Jakarta.
Musim ini, Witan kembali berkolaborasi dengan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan ini bukanlah sosok yang asing bagi Witan, mengingat keduanya sudah saling mengenal sejak pelatih tersebut menangani Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia hingga senior.
Kedatangan Shin di Persija bisa menjadi titik balik bagi Witan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Selama beberapa musim terakhir, Witan belum sepenuhnya mendapatkan posisi starter di tim utama Persija. Di musim pertamanya, ia bahkan sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC.
Pada dua musim selanjutnya, Witan juga belum sepenuhnya menjadi pilihan utama di bawah pelatih Carlos Pena dan Mauricio Souza.
Dengan kondisi yang baru ini, ada harapan bahwa situasi Witan akan berubah positif di bawah arahan Shin Tae-yong.
Witan menunjukkan performa menjanjikan saat mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Persija berhasil menyelesaikan turnamen di posisi ketiga, sementara Witan mencatatkan satu gol dan tiga assist, menunjukkan bahwa ia siap untuk memberikan kontribusi lebih di musim mendatang.
➡️ Baca Juga: Puncak Arus Balik Dimulai, Simak Kondisi Lalu Lintas Jakarta Saat Ini
➡️ Baca Juga: Peralatan WFH Penting untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja Anda di Rumah




