13 Negara Berpartisipasi dalam GIC 2026, Indra Sjafrie: Pentingnya Pengalaman Internasional bagi Pemain Muda

Turnamen sepak bola untuk usia muda Garuda International Cup (GIC) 2026 akan dilaksanakan di ASIOP Training Ground (ATG) dan AYO Arena, Sentul pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
Memasuki edisi keenam, GIC kali ini akan diikuti oleh 13 negara dan menawarkan lima kategori usia, termasuk kategori baru untuk U-15 Putri.
Sebanyak 13 negara yang akan berpartisipasi dalam GIC 2026 meliputi Indonesia, Jepang, China, Sri Lanka, Pakistan, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, Kamboja, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam. Ini merupakan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan GIC yang dimulai sejak 2015.
Project Director GIC, Wahyu Budiarto, menyatakan bahwa peningkatan jumlah peserta ini mencerminkan perkembangan signifikan dari turnamen yang semakin menarik perhatian akademi sepak bola dari berbagai negara di Asia setiap tahunnya.
“Wahyu Budiarto mengungkapkan bahwa GIC tahun ini akan semakin meriah dengan bertambahnya jumlah negara peserta menjadi 13. Ada tiga negara yang baru pertama kali ikut serta, yaitu Vietnam, Laos, dan Sri Lanka,” ujar Wahyu dalam konferensi pers GIC 2026 di Cibinong, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Tak hanya bertambahnya negara peserta, GIC 2026 juga meluncurkan kategori baru U-15 Putri. Dengan demikian, turnamen kali ini akan mempertandingkan lima kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-15 Putra, U-15 Putri, dan U-17.
Wahyu menjelaskan bahwa penyelenggaraan GIC 2026 akan terfokus di dua tempat, yaitu ASIOP Training Ground dan AYO Arena di Sentul. Sejumlah akademi dari klub-klub Asia dipastikan turut berpartisipasi, termasuk Shonan Bellmare (Jepang), Zhejiang FC (China), PT Prachuap (Thailand), PVF (Vietnam), Boung Ket FC (Kamboja), serta akademi-akademi Indonesia seperti ASIOP, Persib, dan Bali United.
Wahyu juga menambahkan bahwa GIC 2026 berpeluang menjadi ajang bagi pelatih dan pencari bakat PSSI untuk mengamati perkembangan pemain muda yang berlaga selama turnamen.
Di sisi lain, mantan Pelatih Timnas Indonesia U-23 yang juga menjabat sebagai Technical Advisor GIC 2026, Indra Sjafrie, menilai bahwa kompetisi internasional untuk usia muda seperti GIC memberikan pengalaman berharga bagi pemain Indonesia. Mereka dapat menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam.
“Keberadaan GIC sangat penting karena anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding melawan pemain dari negara lain. Mereka tidak hanya belajar tentang sepak bola, tetapi juga tentang mental bertanding, disiplin, keberanian, dan cara menghargai lawan,” kata Indra Sjafrie.
➡️ Baca Juga: Panduan Memilih Jenis Olahraga Yoga Sesuai dengan Kondisi Tubuh Anda Saat Ini
➡️ Baca Juga: Pelatih Persija Ajak Jakmania Menangkan 8 Laga Sisa Setelah Kekalahan dari Bhayangkara FC




