Arab Saudi Kembali Diserang, Hubungi Nomor Darurat dan Hotline KBRI Riyadh untuk WNI

Riyadh – Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali mengalami serangan pada Minggu (11/10/2026) waktu setempat. Serangan ini merupakan yang kedua kalinya, menyusul insiden fatal yang terjadi sehari sebelumnya, di mana setidaknya 12 orang kehilangan nyawa mereka.
Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengeluarkan peringatan kepada seluruh WNI yang berada di Arab Saudi. Melalui akun Instagram resmi @riyadhembassy, KBRI meminta agar para warga negara Indonesia meningkatkan kewaspadaan, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, serta terus memantau informasi resmi dari otoritas lokal dan pihak berwenang yang terkait.
“Kami mengingatkan semua WNI di Arab Saudi untuk tetap waspada, menjauhi daerah yang berpotensi menjadi lokasi berbahaya, dan membatasi perjalanan yang tidak penting. Khususnya, WNI disarankan untuk menghindari perjalanan ke Kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh,” demikian bunyi pernyataan resmi dari KBRI Riyadh yang dikutip pada Senin (12/10/2026).
KBRI Riyadh juga menekankan pentingnya bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan untuk selalu memeriksa dan mengonfirmasi jadwal serta status penerbangan mereka secara langsung kepada maskapai yang bersangkutan sebelum berangkat menuju bandara.
Dalam situasi darurat, KBRI Riyadh menyediakan nomor kontak yang dapat dihubungi oleh WNI. Untuk wilayah Riyadh, Makkah, Madinah, dan Provinsi Timur, nomor yang dapat dihubungi adalah 911. Sedangkan untuk wilayah lainnya di Arab Saudi, nomor darurat yang dapat dihubungi adalah 998. KBRI juga menyediakan hotline di nomor +966 569173990 bagi WNI yang memerlukan bantuan.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) turut mengeluarkan imbauan bagi jemaah umrah yang saat ini masih berada di Arab Saudi. Kemenhaj meminta agar jemaah tetap berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan terkini, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat. Penyelenggara juga diharapkan untuk memastikan bahwa kondisi jemaah selalu terpantau dan memberikan informasi penting secara rutin.
“Kami mengimbau kepada seluruh WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari tempat-tempat yang berisiko, patuhi peraturan yang ada, dan ikuti petunjuk dari otoritas setempat. Keselamatan adalah prioritas utama,” ungkap Ichsan di Jakarta, sebagaimana diungkapkan dalam pernyataan resminya pada Senin (12/10/2026).
➡️ Baca Juga: Mendagri dan Menteri PKP Evaluasi Program BSPS, Target Perbaikan Rumah di Sumut Meningkat Signifikan
➡️ Baca Juga: Suzuki Siapkan Bengkel 24 Jam di Jalur Padat Jelang Mudik Lebaran untuk Kenyamanan Pengemudi




