BEI Hapus 18 Emiten dari Pasar Modal RI Akibat Suspensi Berkepanjangan

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan keputusan untuk menghapus 18 emiten dari papan bursa, yang efektif berlaku pada 10 November 2026. Penghapusan ini diakibatkan oleh sebagian besar emiten yang mengalami suspensi perdagangan dalam jangka waktu yang panjang, sementara yang lainnya dinyatakan pailit.
I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah pembinaan kepada emiten-emiten yang mengalami masalah sebelum keputusan ini diambil. Ia juga menambahkan bahwa BEI telah memberikan kesempatan bagi emiten untuk memperbaiki kinerja mereka, sembari melakukan pemantauan yang terus menerus.
“BEI juga bekerja sama dengan pihak regulator dan berbagai pihak terkait sejak awal emiten mengalami masalah dalam hal kelangsungan usaha, sehingga memenuhi kriteria untuk delisting,” jelas Nyoman, dikutip dari Antara pada Selasa, 14 April 2026.
Menurut Peraturan Bursa No. I-N, Nyoman menjelaskan bahwa penghapusan pencatatan dilakukan terhadap emiten yang berada dalam kondisi signifikan yang berdampak negatif pada kelangsungan usaha, baik dari segi finansial maupun hukum, serta tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang memadai. Kriteria lainnya adalah jika perusahaan yang terdaftar tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang cukup.
“Emiten juga telah mengalami Suspensi Efek di Pasar Reguler dan Pasar Tunai selama minimal 24 bulan terakhir,” lanjut Nyoman.
Dari total 18 emiten yang dihapus, tujuh emiten dinyatakan delisting akibat status pailit, sedangkan sebelas emiten lainnya telah dicoret dari papan pencatatan efek karena telah mengalami suspensi perdagangan selama lebih dari 50 bulan. Sebelum melakukan delisting, BEI telah menerbitkan daftar 18 emiten yang akan dihapus dari pencatatan yang efektif pada 10 November 2026 mendatang.
Berikut adalah daftar emiten yang dinyatakan delisting karena pailit:
Sementara itu, sebelas emiten lainnya dihapus dari bursa akibat suspensi berkepanjangan, antara lain:
➡️ Baca Juga: Sinergi Vietnam Electricity dan Hydrogen Center Senayan Tingkatkan Inovasi Energi di Asia Tenggara
➡️ Baca Juga: RSUD Jakarta Buka Pusat Kanker Modern untuk Perawatan Terbaik




