IHSG Menguat Ikuti Wall Street dan Bursa Asia di Tengah Gencatan Senjata Iran-AS

Jakarta – IHSG dibuka menguat sebanyak 11 poin atau setara dengan 0,17 persen, mencapai level 7.001 pada pembukaan perdagangan Selasa, 7 April 2026.
Fanny Suherman, Kepala Riset Retail BNI Sekuritas, memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami rebound pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi untuk mengalami technical rebound dalam jangka pendek ke level 7.020-7.050. Namun, perlu diwaspadai, jika belum berhasil menembus level 7.050, IHSG bisa kembali mengalami koreksi hari ini,” jelas Fanny dalam laporan riset hariannya pada Selasa, 7 April 2026.
Sementara itu, bursa saham Asia, terutama Nikkei dan Kospi, menunjukkan kenaikan pada hari Senin kemarin. Namun, banyak pasar di Asia yang tutup karena libur. Investor juga masih memantau perkembangan terkini terkait konflik di Timur Tengah selama akhir pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,55 persen sementara Topix sedikit melemah dengan penurunan 0,01 persen. Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan menguat sebesar 1,36 persen, sedangkan Kosdaq mengalami penurunan sebesar 1,54 persen.
Di sisi lain, beberapa pasar di Asia, seperti Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong, ditutup pada hari Senin karena merayakan hari libur Paskah. Sementara itu, Tiongkok daratan dan Taiwan merayakan Festival Qingming, yang merupakan waktu untuk membersihkan makam.
Investor kini lebih berfokus pada data inflasi yang akan dirilis dalam minggu ini. Filipina dijadwalkan untuk mengumumkan data inflasi bulan Maret pada Selasa, 7 April 2026, diikuti oleh Taiwan pada Rabu, 8 April 2026, dan keputusan suku bunga Korea Selatan pada Jumat, 10 April 2026.
“Level support IHSG berada di kisaran 6.850 hingga 6.900, sedangkan resistennya terletak di rentang 7.020 hingga 7.050,” tambahnya.
Perlu diketahui, indeks-indeks utama di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan hari Senin, didorong oleh harapan akan tercapainya gencatan senjata antara AS dan Iran di menit-menit akhir.
Indeks S&P 500 naik sebesar 0,44 persen, sementara Nasdaq Composite mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,36 persen. Sentimen positif di pasar didukung oleh laporan media yang menyebutkan bahwa AS, Iran, dan beberapa mediator regional sedang mendiskusikan skema gencatan senjata selama 45 hari, yang berpotensi membuka jalan menuju perdamaian yang permanen.
Namun, kemungkinan tercapainya kesepakatan sebelum tenggat waktu pada Selasa, 7 April 2026, dianggap masih kecil. Laporan dari Reuters juga mengungkapkan bahwa kedua negara telah menerima proposal untuk mengakhiri konflik yang mencakup gencatan senjata segera serta pembukaan kembali Selat Hormuz, melalui kerangka kesepakatan yang diusulkan oleh Pakistan.
➡️ Baca Juga: Byun Yo Han dan Tiffany SNSD Tampilkan Kebahagiaan Pengantin Baru Saat Jalan Santai Bersama Anjing Kesayangan
➡️ Baca Juga: Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan, PSI: Untuk Kesehatan Psikologis Anak




