Pelatih FC Seoul Kecewa dengan Skuad Muda yang Kurang Percaya Diri saat Hadapi Persib

Pelatih FC Seoul, Kim Dong Ki, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa sejumlah pemain muda yang diturunkan dalam laga melawan Persib Bandung di Seoul World Cup Stadium pada Rabu, 16 September 2026. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi tim, namun sayangnya berakhir dengan kekalahan 0-1 bagi FC Seoul.
Dalam pertandingan tersebut, FC Seoul harus mengakui keunggulan Persib setelah gol cepat yang dicetak oleh Julio Cesar pada menit kelima. Gol tersebut menjadi penentu hasil akhir, dan meskipun ada upaya dari tim, FC Seoul tidak mampu menyamakan kedudukan hingga peluit akhir berbunyi.
Kim Dong Ki memberikan perhatian khusus kepada para pemain muda yang mendapatkan kesempatan beraksi di pertandingan melawan Persib. Ia menekankan bahwa sebagian besar dari mereka baru berlatih secara intensif bersamanya selama sebulan terakhir.
“Para pemain muda ini baru saja bergabung dalam latihan di bawah bimbingan saya. Mereka hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk beradaptasi. Kami ingin mempromosikan bakat-bakat menjanjikan dari tim junior kami,” ungkap Kim, seperti yang dilaporkan.
Menurut Kim, para pemain muda ini dipandang sebagai masa depan FC Seoul dan diharapkan dapat berperan penting dalam tim. Ia sangat berharap mereka bisa menunjukkan rasa percaya diri yang lebih ketika diberikan kesempatan untuk bermain di level kompetisi Asia.
“Mereka adalah potensi yang diharapkan menjadi pilar utama tim. Mereka merupakan yang terbaik dari Osan. Saya berharap mereka dapat tampil percaya diri, bersaing, dan bahkan melampaui rekan-rekan senior mereka,” jelasnya.
Namun, Kim menilai bahwa para pemain muda tersebut belum menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang diharapkan. Penilaian ini ia sampaikan setelah timnya gagal membalas gol cepat yang dicetak oleh Persib.
“Ketidakmampuan mereka untuk menunjukkan kepercayaan diri dalam permainan sangat mengecewakan,” kata Kim.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan bermain di level profesional adalah bagian dari proses perkembangan bagi para pemain muda tersebut. Mereka dituntut untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan agar dapat bersaing dengan pemain yang lebih senior.
“Ini baru permulaan bagi mereka. Mereka telah berusaha keras untuk mencapai level profesional, dan kini kompetisi yang sesungguhnya dimulai,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Harga BBM Naik, Pemutihan Pajak September 2026, dan Warna Mobil yang Menyerap Panas
➡️ Baca Juga: Ribuan Kendaraan Listrik Masuk Bali Saat Nyepi dan Libur Lebaran, PLN Siap Layani Ratusan SPKLU




