Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Aktivis HAM Mengungkap Penghapusan Dana Pensiun Tahanan Politik Tiongkok Setelah Bebas

Penelitian yang dirilis oleh organisasi pembela hak asasi manusia, Chinese Human Rights Defenders (CHRD), mengungkapkan dugaan praktik penolakan dan pemotongan dana pensiun yang dialami oleh sejumlah mantan tahanan politik lanjut usia di Tiongkok setelah mereka dibebaskan dari penjara.

Laporan tersebut menyatakan bahwa pemerintah setempat menolak memberikan tunjangan pensiun kepada mantan tahanan politik yang telah mencapai usia pensiun setelah dibebaskan. Praktik ini mengakibatkan banyak di antara mereka menghadapi kesulitan finansial yang serius.

Temuan dalam laporan CHRD menunjukkan bahwa beberapa individu yang pernah dipenjara karena aktivitas seperti menulis artikel, mengajukan petisi, menjalankan keyakinan agama, atau mengusulkan perubahan kebijakan, kini menghadapi masalah baru setelah dibebaskan. Mereka diberitahu bahwa pembayaran pensiun yang diterima selama masa penahanan dianggap sebagai kesalahan administrasi dan diminta untuk mengembalikannya. Dalam beberapa kasus, kontribusi jaminan sosial selama masa penahanan tidak diakui ketika mereka memasuki usia pensiun.

Salah satu kasus yang menonjol adalah aktivis Xu Qin, berusia 64 tahun, yang dibebaskan pada tahun 2025 setelah menjalani hukuman selama empat tahun atas tuduhan “menghasut subversi terhadap kekuasaan negara”. CHRD mencatat bahwa para ahli PBB sebelumnya telah memperingatkan bahwa penahanan Xu mungkin dilakukan secara sewenang-wenang.

Setelah dibebaskan, Xu menerima informasi dari biro jaminan sosial setempat bahwa ia harus mengembalikan dana pensiun yang diterimanya selama menjalani hukuman. Akibatnya, tunjangannya dipotong untuk mengembalikan dana tersebut. Xu pun mengajukan pengaduan dan menggugat kebijakan yang dianggapnya tidak adil tersebut.

Kasus lain yang mencolok adalah Dong Hongyi, seorang pensiunan insinyur berusia 80 tahun dan anggota Partai Komunis, yang dihukum satu setengah tahun penjara karena tuduhan “membuat keributan dan memprovokasi masalah”. Setelah dibebaskan, ia mendapati bahwa dana pensiunnya dipotong untuk mengembalikan tunjangan yang diterimanya saat dipenjara. Dong kemudian mengajukan banding kepada otoritas setempat untuk meminta penjelasan mengenai dasar hukum dari kebijakan tersebut.

Di Sichuan, praktisi Falun Gong, Xia Huiqiong, berusia 70 tahun, dan Guo Bing, berusia 65 tahun, diberitahu bahwa pensiun mereka ditangguhkan akibat pernah menjalani hukuman penjara. Setelah mengajukan petisi selama berbulan-bulan, mereka akhirnya mendapatkan kembali tunjangan mereka, namun dengan jumlah yang lebih rendah, di mana selisihnya dihitung sebagai pengembalian dana.

Hua Xiuzhen, seorang mantan dosen universitas berusia 79 tahun, juga dilaporkan mengalami pencabutan dana pensiun dan diminta untuk mengembalikan 140.000 RMB yang telah diterimanya. Karena tidak mampu membayar jumlah tersebut, ia terus mengajukan petisi yang berakhir dengan hukuman penjara kembali.

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menghemat Baterai pada Android dan iPhone untuk Penggunaan Maksimal

➡️ Baca Juga: Terbukti Beri Suap, Ibunda Ronald Tannur Divonis Tiga Tahun Penjara: Potret Hukum dan Dinamika di Balik Kasus Korupsi

Related Articles

Back to top button