pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Sahroni Mendorong Polri-KNKT Selidiki Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dan Potensi Tindakan Hukum

Polisi telah menyiapkan enam posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung proses identifikasi korban dari kecelakaan kapal Virgo Transport 8. Posko-posko ini tersebar di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, memberikan akses yang lebih baik bagi keluarga korban.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa posko DVI ini tidak hanya berfungsi untuk identifikasi antemortem tetapi juga postmortem. Selain itu, Polri juga memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan dengan mengerahkan tiga kapal polisi yang berada terdekat dengan lokasi insiden.

Merespons tragedi ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada para korban dan keluarganya. Beliau menegaskan pentingnya perhatian dan dukungan bagi mereka yang terdampak oleh kejadian tragis ini.

Sahroni juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Polri dalam pencarian, proses identifikasi, serta pendampingan bagi korban dan keluarganya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memastikan bahwa setiap korban mendapatkan bantuan yang diperlukan.

“Saya ingin mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas insiden KM Virgo Transport 8 ini. Komisi III mendukung sepenuhnya upaya Polri untuk melakukan pencarian dan identifikasi korban dengan maksimal, serta memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan. Selain itu, pemulihan kesehatan bagi para penyintas juga menjadi prioritas utama,” kata Sahroni dalam pernyataannya pada 14 September 2026.

Lebih jauh, Sahroni meminta agar Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut. Menurutnya, penting untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan, termasuk faktor cuaca dan kelalaian teknis yang dapat berkontribusi pada tragedi ini.

“Polisi dan KNKT harus melakukan investigasi yang mendalam untuk menentukan apakah insiden ini murni disebabkan oleh faktor cuaca atau terdapat masalah teknis serta kelalaian yang turut berperan. Jika ditemukan adanya kelalaian, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diusut sesuai dengan hukum yang berlaku. Yang terpenting, hasil dari investigasi ini harus digunakan sebagai evaluasi agar insiden serupa tidak terulang di masa depan,” tegas Sahroni.

➡️ Baca Juga: Evaluasi Sistem Rating Game Nasional, Komdigi Hentikan Sementara IGRS untuk Perbaikan

➡️ Baca Juga: Kepala Dinas Meminjam dan Menggunakan Uang Pribadi untuk Memenuhi Permintaan Bupati Tulungagung

Related Articles

Back to top button