Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bisnis

Ekspor RI ke Tiongkok Capai US$5,27 Miliar pada Januari 2026, dari Baja hingga Nikel

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan sebesar US$0,95 miliar pada bulan Januari 2026, menjadikannya sebagai surplus yang berlanjut selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2021.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India merupakan tiga negara utama tujuan ekspor non-migas Indonesia.

“Ketiga negara ini bersama-sama menyumbang 43,77 persen dari total nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026,” ungkap Ateng dalam konferensi pers yang diadakan secara daring pada hari Senin, 2 Maret 2026.

Ateng memberikan rincian lebih lanjut, menyatakan bahwa Tiongkok tetap menjadi pasar utama bagi Indonesia dengan nilai ekspor mencapai US$5,27 miliar atau setara dengan 24,80 persen dari total ekspor. Posisi kedua ditempati oleh Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar US$2,51 miliar (11,82 persen), diikuti oleh India yang mencatat nilai ekspor sebesar US$1,52 miliar (7,15 persen).

Dalam penjelasannya, Ateng menyebutkan bahwa komoditas ekspor non-migas ke Tiongkok didominasi oleh produk besi dan baja, nikel serta barang-barang terkaitnya, serta bahan bakar mineral. Sementara itu, ekspor ke AS didominasi oleh mesin, perlengkapan elektrik dan komponennya, alas kaki, serta pakaian dan aksesoris rajutan.

Di sisi lain, Ateng melaporkan bahwa total nilai impor Indonesia pada Januari 2026 tercatat mencapai US$21,20 miliar, mengalami peningkatan sebesar 18,21 persen dibandingkan dengan Januari 2025.

Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor non-migas, dengan total nilai impor mencapai US$18,04 miliar, yang menunjukkan kenaikan sebesar 16,71 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Impor sektor migas juga mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai 27,52 persen dengan nilai US$3,17 miliar pada Januari 2026,” jelas Ateng.

Selanjutnya, dalam hal penggunaan, kenaikan impor pada bulan Januari 2026 terjadi di semua kategori, termasuk bahan baku/penolong, barang modal, dan barang konsumsi. Nilai impor bahan baku/penolong berkontribusi besar pada peningkatan total impor, dengan angka mencapai US$14,88 miliar, naik 14,67 persen dibandingkan dengan Januari 2025.

Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar US$4,49 miliar, mengalami lonjakan sebesar 35,23 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

“Surplus perdagangan non-migas pada bulan Januari 2026 sebagian besar didorong oleh lima komoditas utama, antara lain lemak dan minyak hewani/nabati senilai US$3,10 miliar, bahan bakar mineral US$2,16 miliar, besi dan baja US$1,51 miliar, nikel dan produk terkaitnya US$1,03 miliar, serta alas kaki senilai US$0,49 miliar,” pungkas Ateng.

➡️ Baca Juga: Harga Toyota Innova Reborn Bekas Masih Stabil Meski Sudah Berusia 5 Tahun

➡️ Baca Juga: Azizah Salsha Mengalami Momen Canggung Ditolak Foto Bareng Harry Styles

Related Articles

Back to top button