Kopilot Flydubai Diduga Rencanakan Serangan Teroris ke Bandara Israel Seperti 9/11

Fakta baru muncul terkait insiden yang melibatkan kopilot Flydubai yang menyerang pilot saat penerbangan dari Dubai menuju Israel. Hasil penyelidikan yang dilakukan pada hari Senin menunjukkan bahwa kopilot tersebut diduga telah merencanakan serangan yang mirip dengan tragedi 11 September 2001, atau 9/11, dengan niat menabrakkan pesawat ke bandara utama Israel di Tel Aviv.
Dalam pemeriksaan, kopilot yang dikenali sebagai Hamman al-Hammami mengungkapkan keinginannya untuk menghindari sistem pertahanan Israel dan berencana untuk menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion atau bangunan lain di sekitarnya. Pernyataan ini diperoleh dari seorang pejabat yang terlibat dalam proses penyelidikan.
Beberapa sumber dari tiga lembaga yang terlibat dalam penyelidikan, serta seorang diplomat di Timur Tengah, mengidentifikasi al-Hammami sebagai warga negara Oman. Meskipun begitu, pihak berwenang belum secara resmi mengkonfirmasi identitasnya. Saat ini, al-Hammami sedang diperiksa oleh otoritas di Uni Emirat Arab (UEA) setelah sebelumnya dipindahkan dari Arab Saudi.
Sebagai latar belakang, pesawat yang berangkat dari Dubai menuju Tel Aviv dialihkan ke sebuah bandara di Arab Saudi dan berhasil mendarat dengan selamat setelah mengalami insiden dramatis di udara yang terjadi pekan lalu. Otoritas UEA melaporkan bahwa kopilot tersebut menyerang pilot lainnya, Kapten Smit Machchhar, menggunakan kapak pemecah kaca dan berusaha merebut kendali pesawat.
Pesawat yang mengangkut 174 penumpang, sebagian besar adalah warga Israel, mengalami penurunan ketinggian mendadak hingga 14.000 kaki dalam waktu hanya 29 detik. Data dari layanan pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan bahwa penurunan drastis ini menimbulkan kepanikan di dalam kabin.
Kapten Machchhar, yang menjadi korban serangan, menyatakan bahwa sebelum insiden terjadi, rekannya menyatakan keinginan untuk melaksanakan solat. Saat itu, Machchhar tidak menganggap tindakan rekannya sebagai sesuatu yang mencurigakan, mengingat banyak umat Muslim yang menjalankan solat lima kali sehari. Namun, beberapa menit setelahnya, ia merasakan sebuah pukulan keras di kepalanya.
“Akibat pukulan pertama yang dia lakukan, penglihatan saya hampir hilang dan semuanya tampak sangat buram. Hal berikutnya yang saya alami adalah pesawat menukik dengan sangat tajam.”
Machchhar awalnya mengira bahwa pesawat mengalami kerusakan serius. Namun, setelah mengalami beberapa pukulan bertubi-tubi, ia menyadari bahwa masalah tersebut bukan disebabkan oleh kerusakan pesawat.
➡️ Baca Juga: Strategi Bisnis Efektif untuk Maksimalkan Penjualan Melalui Marketing Digital Konsisten
➡️ Baca Juga: Cara iPhone Mengatur Notifikasi Pintar Agar Fokus Tidak Terganggu



