Trump Mengklaim Serangan ke Iran Diperlukan untuk Melindungi Warga AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah meluncurkan “operasi tempur berskala besar” di Iran. Pengumuman ini muncul di tengah situasi tegang di Teheran dan setelah Israel dikabarkan telah melakukan serangan terlebih dahulu terhadap target di Iran.
Dalam sebuah video yang diposting di akun Truth Social-nya, Trump menyatakan, “Beberapa saat yang lalu, angkatan bersenjata Amerika memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan utama kami adalah untuk melindungi warga negara Amerika dengan mengatasi ancaman yang segera dari rezim Iran.”
Trump menekankan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh Iran secara langsung membahayakan Amerika Serikat, termasuk angkatan bersenjata, pangkalan militer di luar negeri, serta sekutu-sekutu di seluruh dunia.
Presiden AS itu juga berkomitmen untuk menghancurkan rudal-rudal milik Iran, meratakan industri misilnya, serta memusnahkan kekuatan angkatan laut negara tersebut. Ia menegaskan bahwa Iran tidak diperbolehkan memiliki senjata nuklir.
“Kami akan menghancurkan semua rudal mereka dan meratakan industri misil mereka hingga habis. Itu akan sepenuhnya, sekali lagi, dimusnahkan,” tambahnya dengan tegas.
Trump juga menyatakan bahwa Washington akan menindak kelompok-kelompok proksi yang dianggapnya mengancam stabilitas kawasan. Ia merujuk pada penggunaan IED atau bom pinggir jalan yang telah menyebabkan banyak korban jiwa, termasuk di kalangan warga Amerika.
Pernyataan tersebut juga menegaskan kembali sikap pemerintah AS bahwa Iran tidak boleh memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Dalam penjelasannya, Trump merujuk pada berbagai serangan yang terjadi, seperti pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Teheran pada tahun 1979, pemboman barak Marinir AS di Beirut yang menewaskan 241 orang Amerika pada tahun 1983, serta serangan terhadap USS Cole pada tahun 2000. Ia mencatat, “Pasukan Iran telah membunuh dan melukai ratusan personel militer Amerika di Irak.”
“Proksi dari rezim tersebut terus melancarkan serangan tak terhitung jumlahnya terhadap pasukan Amerika yang berada di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir,” ungkapnya. “Mereka juga menargetkan kapal angkatan laut dan kapal komersial AS di jalur pelayaran internasional.”
Trump menyebut tindakan tersebut sebagai “teror massal,” dan menegaskan, “Kami tidak akan mentolerirnya lagi. Dari Lebanon hingga Yaman, dan dari Suriah hingga Irak, rezim itu telah mempersenjatai, melatih, dan mendanai milisi teroris.”
Presiden AS itu menggambarkan Iran sebagai “penyokong terorisme nomor satu di dunia,” dan mencatat bahwa baru-baru ini rezim tersebut “membunuh puluhan ribu warganya sendiri di jalanan saat mereka melakukan protes.”
➡️ Baca Juga: ️Apple vs Samsung 2026: Perbandingan Lengkap Flagship Terbaru dari Dua Raksasa

