Trump Mengusulkan ‘Kesepakatan Abadi’ dengan Iran untuk Menghindari Senjata Nuklir

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyatakan keinginannya untuk mencapai sebuah kesepakatan abadi dengan Iran. Kesepakatan ini diharapkan mencakup ketentuan yang menjamin bahwa Teheran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
“Saya menginginkan kesepakatan yang bertahan selamanya. Saya ingin perjanjian yang memastikan mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk memperoleh [senjata nuklir],” ujar Trump kepada para wartawan pada hari Kamis.
Dia juga menambahkan bahwa saat ini, Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk mencapai kesepakatan sementara. Kesepakatan tersebut direncanakan akan berlangsung selama sekitar 20 tahun, periode yang dianggap cukup bagi Republik Islam Iran untuk memulihkan kapasitas nuklirnya.
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Setelah itu, pada 7 April, kedua negara, Washington dan Teheran, mengumumkan gencatan senjata yang berlaku selama dua minggu. Gencatan senjata ini kemudian diikuti dengan pembicaraan di Islamabad, meskipun hasilnya tidak menghasilkan kesepakatan.
Setelah upaya negosiasi gagal, Amerika Serikat memutuskan untuk mulai memblokade kapal-kapal yang akan berlayar masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Setelah periode gencatan senjata dua minggu berakhir, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, sambil tetap melanjutkan blokade tersebut. Dia menambahkan bahwa kemungkinan pembicaraan damai dengan Iran “mungkin” akan terjadi dalam jangka waktu 36 hingga 72 jam ke depan.
➡️ Baca Juga: Bojan Hodak Yakin Persib Siap Tundukkan Bali United di Pertandingan Selanjutnya
➡️ Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Diduga Lecehkan Korban dengan Modus Janjikan Keberangkatan ke Mesir




