Erick Thohir Tetapkan Target 4 Emas untuk Asian Games 2026, Kemenpora Siapkan Anggaran Rp4 Triliun

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir telah menetapkan target ambisius bagi Indonesia dalam Asian Games 2026. Pemerintah menargetkan setidaknya empat medali emas, dengan fokus pada penguatan sistem pembinaan atlet agar prestasi olahraga nasional tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Erick dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada tanggal 31 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan arah kebijakan serta program-program yang akan dijalankan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Erick menjelaskan bahwa kebijakan Kemenpora akan berorientasi pada Asta Cita serta beberapa prioritas nasional lainnya. Ada tiga sektor utama yang menjadi fokus, yaitu kepemudaan, pembudayaan olahraga, dan peningkatan prestasi olahraga.
Di sektor prestasi, Kemenpora tidak hanya berupaya meraih hasil positif dalam ajang multievent internasional, tetapi juga berkomitmen untuk membangun sistem pembinaan yang lebih berjangka panjang. Ini mencakup pelatihan nasional, pengembangan cabang olahraga unggulan, dan penguatan aspek ilmu pengetahuan serta teknologi dalam olahraga.
Erick menekankan bahwa Indonesia bertekad untuk meraih minimal empat medali emas di Asian Games 2026. Target ini akan didukung oleh kesiapan cabang olahraga unggulan serta program pelatihan nasional yang dirancang secara berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan bahwa pembinaan olahraga berlangsung secara berjenjang dan berkelanjutan,” ujar Erick, seperti yang dikutip dari Kemenpora.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah mulai memperkuat proses pembinaan atlet sejak usia dini. Beberapa program yang menjadi perhatian meliputi akademi olahraga nasional, beasiswa untuk atlet, serta pengembangan Cibubur Sport Science.
Kemenpora telah menyiapkan sistem pembinaan jangka panjang yang akan mencakup 20 cabang olahraga unggulan untuk Olimpiade, serta satu cabang olahraga dengan status world stage. Langkah ini diiringi dengan penerapan manajemen talenta nasional untuk memastikan potensi atlet dapat dipetakan dan dikembangkan dengan lebih sistematis.
“Kita juga mengikuti arahan Presiden mengenai akademi olahraga nasional, beasiswa atlet, dan Cibubur Sport Science,” tambah Erick.
Selain fokus pada prestasi olahraga, Kemenpora juga memiliki agenda besar di sektor kepemudaan. Program-program tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari persiapan menjelang peringatan satu abad Hari Sumpah Pemuda pada tahun 2028.
Berbagai inisiatif kepemudaan telah dirancang untuk membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda dalam hal pengembangan kapasitas, jejaring, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja. Beberapa program yang diusulkan antara lain Wirasena Youth Camp, Youth Summit, Wirasena Youth Career Hub, dan Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).
Dengan semua upaya ini, Kemenpora berharap dapat memberdayakan generasi muda dan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam ajang Asian Games 2026.
➡️ Baca Juga: Jonatan Christie Bangkit Kembali, Kalah di Gim Pertama dan Menang Melawan Jagoan Malaysia di Kejuaraan Dunia
➡️ Baca Juga: PC Multimedia Terbaik untuk Hiburan Maksimal Tanpa Gangguan Performa Mendadak




