Gus Kikin Memperkuat Peran NU dalam Menghadapi Tantangan Peradaban Modern

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengucapkan selamat atas terpilihnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru, yaitu KH Abdul Hakim Mahfudz, akrab disapa Gus Kikin, dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam untuk periode 2026-2031.
Idrus menganggap bahwa kombinasi kepemimpinan antara Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar adalah langkah ideal untuk memperkuat peran NU. Mereka diharapkan tidak hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan pemikiran inovatif yang relevan dengan tuntutan zaman.
“Semoga terpilihnya pasangan ini, KH Miftach dan Gus Kikin, menjadi kombinasi yang tepat untuk memastikan penguatan posisi dan peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang selaras dengan perkembangan peradaban kemanusiaan sesuai kebutuhan zaman,” jelas Idrus dalam pernyataan tertulisnya pada 31 Agustus 2026.
Idrus juga menyoroti perjalanan sejarah NU serta tantangan yang akan dihadapinya di masa mendatang. Buku yang dibahas dalam forum tersebut menjadi refleksi penting tentang arah kepemimpinan dan peran NU dalam menghadapi perubahan yang sedang berlangsung.
Forum bedah buku yang diadakan pada 24 Agustus 2026 juga membahas gagasan mengenai masa depan NU. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menekankan pentingnya kolaborasi antara kekuatan ilmu, akhlak, dan manajemen organisasi yang solid untuk menjawab tantangan global yang kompleks.
Idrus mengingatkan agar kepemimpinan baru PBNU tidak hanya dipandang sebagai pergantian pengurus. Menurutnya, NU memiliki posisi yang sangat strategis dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keagamaan, sosial, hingga kebangsaan dan peradaban.
“Organisasi ini adalah Nahdlatul Ulama, bukan Nahdlatu As Siyasah,” tegas Idrus.
Menurut Idrus, posisi strategis ini mengharuskan NU untuk tetap menjaga akar tradisi sambil menghadirkan gagasan-gagasan baru. Tradisi Ahlussunnah wal Jamaah harus terus menjadi landasan, sementara inovasi pemikiran diperlukan agar NU tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Ketua Umum PBNU resmi dijabat oleh KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, yang terpilih berdasarkan keputusan sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 31 Agustus 2026.
➡️ Baca Juga: Senat AS Dorong Pembatasan Wewenang Perang Trump Selain Isu Pemakzulan
➡️ Baca Juga: Kekalahan Arsenal Memberikan Kontrol Penuh kepada Manchester City untuk Menjadi Juara




