Halida Hatta di Kantor PDIP Padang: Merdeka Sebagai Proses Menuju Kemandirian Bangsa

Putri Proklamator Mohammad Hatta, Halida Hatta, menegaskan bahwa makna kemerdekaan Indonesia tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk kemerdekaan berpikir, kemandirian, serta kemampuan bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri.
“Indonesia telah merdeka, namun kita juga perlu memastikan bahwa kita merdeka dalam berpikir,” ungkap Halida saat menyampaikan pidato politik dalam acara naratif-musikal bertema “Membaca Bung Hatta: Membaca Ulang Perjalanan Kebangsaan Minangkabau” di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Padang pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Halida menekankan bahwa pandangan tersebut sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia sebagai negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Menurutnya, kemerdekaan harus terus diisi dengan tindakan nyata dan kemampuan bangsa untuk membangun kekuatan dari dalam. Hal ini sangat penting agar Indonesia tidak hanya merdeka secara formal, tetapi juga memiliki kemandirian dalam menentukan arah pembangunan yang lebih baik.
“Bung Hatta pernah mengatakan bahwa setelah merdeka, kita harus mengisi kemerdekaan itu dengan kerja yang baik,” jelasnya.
Halida juga mengingatkan masyarakat agar tetap mempertahankan kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, kemajuan teknologi telah memudahkan akses terhadap informasi. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan karena masyarakat dapat dengan cepat menerima informasi yang mungkin tidak lengkap dan tidak bertanggung jawab.
“Jangan sampai kita terjebak hanya percaya pada informasi yang singkat, sepotong, dan mungkin kurang akurat dalam penyampaian informasi,” tegas Halida.
Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk memperbanyak bacaan dan referensi serta membiasakan diri untuk melihat suatu masalah dari berbagai perspektif.
Halida berpendapat bahwa kebiasaan membaca dan belajar merupakan salah satu warisan penting dari Bung Hatta. Menurutnya, baik Bung Hatta maupun Bung Karno tidak hanya mempelajari teori politik dan ideologi, tetapi juga mendalami filsafat, sastra, dan beragam pemikiran dari seluruh dunia.
“Baik Bung Karno maupun Bung Hatta membicarakan tentang humanisme dan kemanusiaan. Mereka ingin agar Indonesia menjadi negara yang bahagia,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Nikmati Gameplay Minecraft Bedrock untuk Pemain Dewasa dengan Pendekatan Survival yang Santai
➡️ Baca Juga: 20% kepala desa tak tamat SMP: program P3PD – Analisis




