happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

IHSG Melemah di 6.069, LQ45 dan Indeks Utama Lainnya Juga Tertekan

IHSG dibuka dengan pergerakan negatif pada perdagangan hari Kamis, 1 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada dalam tekanan setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 30 September 2026, mengalami penutupan yang signifikan.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi hari Kamis menunjukkan bahwa IHSG berada di level 6.067,858, mencatat penurunan sebesar 0,05 persen. Pada awal perdagangan, indeks sempat berada di titik 6.069.

Pergerakan ini mengindikasikan bahwa IHSG masih mengalami tekanan di awal bulan Oktober. Pada perdagangan sebelumnya, indeks ditutup melemah hingga 0,83 persen, berada di level 6.071,14.

Tekanan yang dialami IHSG tidak hanya berdampak pada indeks utama tersebut. Beberapa indeks saham penting lainnya juga mengalami pergerakan negatif pada awal perdagangan hari Kamis.

Indeks LQ45, yang mencerminkan kinerja 45 saham dengan likuiditas tinggi, tercatat berada di level 599,684, mengalami penurunan sebesar 0,25 persen.

Di sisi lain, sejumlah indeks utama lainnya juga menunjukkan koreksi yang signifikan.

Dari data yang ada, IDX LQ45CL mengalami penurunan persentase paling besar dibandingkan dengan indeks utama lainnya yang terlihat pada awal perdagangan.

Pelemahan IHSG di sesi perdagangan sebelumnya juga disertai dengan aksi jual bersih dari investor asing, yang dikenal sebagai net sell.

Berdasarkan laporan riset yang menjadi acuan untuk perdagangan hari Kamis, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp1,56 triliun pada perdagangan Rabu.

Beberapa saham yang menjadi target penjualan investor asing termasuk TLKM, BMRI, BBCA, ASII, dan BBRI.

Kondisi ini menjadi fokus perhatian para pelaku pasar saat memasuki perdagangan awal bulan Oktober. Pergerakan IHSG pada hari Kamis juga masih berada di kisaran level penutupan sebelumnya di 6.071,14.

Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel BNI, sebelumnya memperkirakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan tren koreksi dalam perdagangan hari Kamis.

Dalam risetnya, Fanny menyatakan bahwa jika IHSG mengalami rebound, ada kemungkinan penguatan tersebut akan menguji area resistance di level 6.100.

➡️ Baca Juga: Komisi X Gelar Rapat dengan Rektor UI dan ITB Terkait Kasus Pelecehan Seksual di Kampus

➡️ Baca Juga: Cucu Pertama John Lennon dan Yoko Ono Telah Lahir, Awali Babak Baru Keluarga

Related Articles

Back to top button