www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
lifestyle

Nana Mirdad Ungkap Jenis Masker yang Melonjak 15 Kali Lipat, Tindakan Tidak Berperikemanusiaan!

Erupsi Gunung Anak Krakatau bukan hanya memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga menimbulkan berbagai masalah baru, terutama terkait kebutuhan perlindungan dari paparan abu vulkanik yang meningkat.

Salah satu isu yang mencolok adalah lonjakan harga masker, khususnya jenis N95. Melihat kondisi tersebut, artis Nana Mirdad merasa perlu untuk bersuara setelah mendapati harga masker yang melonjak drastis.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menginformasikan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke berbagai daerah, termasuk Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas luar ruangan. Bagi yang terpaksa harus keluar, penggunaan masker dan kacamata sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan terhadap abu vulkanik.

Kondisi ini menyebabkan kebutuhan masker meningkat pesat. Namun, Nana Mirdad menemukan bahwa harga masker telah melambung tinggi, hal yang dianggapnya tidak wajar.

Melalui akun Threads miliknya, istri Andrew White ini mengekspresikan kekecewaannya setelah melihat harga sebuah masker yang sebelumnya dijual sekitar Rp12 ribu, kini melonjak menjadi Rp180 ribu per unit.

“Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan, melihat brand penjual masker yang seharusnya membantu malah menaikkan harga menjadi 180 ribuan per biji. Sementara paginya masih dijual di harga Rp12 ribu,” tulis Nana Mirdad, dalam sebuah postingan pada Senin, 7 September 2026.

Jika kita bandingkan, harga Rp180 ribu tersebut merupakan sekitar 15 kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya Rp12 ribu. Kenaikan yang sangat drastis ini membuat Nana mempertanyakan etika para pedagang di tengah situasi bencana yang menimpa masyarakat.

“Memang, tujuan berjualan adalah untuk meraih profit. Namun, tidak seharusnya dengan cara yang curang pada saat bencana seperti ini,” ungkapnya.

Nana juga menjelaskan bahwa ia mengetahui kisaran harga masker N95 di tingkat distributor. Pengetahuan ini diperolehnya karena produk tersebut termasuk dalam daftar barang yang dijual di perusahaan tempat suaminya bekerja.

Ia menilai bahwa kenaikan harga yang tiba-tiba dan dengan selisih yang sangat besar tidaklah pantas dilakukan ketika masyarakat sangat membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan mereka.

➡️ Baca Juga: Moralitas Konvensional: Menggali Pemahaman yang Lebih Dalam

➡️ Baca Juga: Lisa BLACKPINK Mencetak Sejarah Sebagai Idol K-Pop Pertama Gelar Residency di Las Vegas

Related Articles

Back to top button