Ruben Onsu Terungkap sebagai Biang Kerok Kasus Penipuan, Sudah Dilaporkan ke Polisi

Kasus dugaan penipuan yang melibatkan Ruben Onsu kini memasuki fase baru, di mana ia telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dalam proses hukum yang sedang berlangsung, Ruben mengklaim bahwa ia mengetahui identitas orang yang diduga berperan dalam memanaskan berita seputar kasus tersebut.
Ruben mengungkapkan bahwa tidak hanya mengetahui siapa provokator tersebut, tetapi ia juga telah mengambil langkah proaktif dengan melaporkannya kepada aparat penegak hukum secara diam-diam. Meskipun demikian, sampai saat ini, ia memilih untuk tidak menginformasikan kepada publik siapa sosok yang dimaksud.
Sebelumnya, Kepala Subbagian Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengonfirmasi bahwa Ruben telah resmi menjadi tersangka. Proses pemeriksaan terhadap presenter terkenal ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2026.
“RSO baru saja ditetapkan sebagai tersangka, dan kami akan segera menjadwalkan pemanggilan sesuai statusnya,” ungkap Joko.
Ruben terlibat dalam kasus ini yang berawal dari kerjasama investasi dengan seorang individu berinisial DM. Dalam kolaborasi tersebut, DM dilaporkan telah menyetorkan dana sebesar Rp3,5 miliar sebagai modal investasi.
Namun, harapan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut tidak terwujud, sehingga DM melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian.
Di tengah proses hukum yang sedang berlangsung, Ruben merasa bahwa berita mengenai kasusnya semakin ramai beredar, terutama karena adanya pihak-pihak yang diduga sengaja menggoreng isu tersebut. Ia bahkan menyoroti keberadaan kelompok fanbase yang terus menerus memberikan sorotan pada kasus ini.
“Sangat disayangkan ada individu yang memanfaatkan situasi ini. Sekelompok fanbase terus mengangkat berita ini, sehingga seolah-olah ‘berita ini tidak boleh mereda’,” tegasnya.
Ruben juga mengklaim bahwa ia telah melakukan penelusuran dan menemukan satu individu yang menggunakan banyak akun media sosial untuk memprovokasi opini publik.
“Aku sudah mengetahui semuanya,” tuturnya.
Meskipun ia mengetahui identitas orang yang dimaksud, Ruben memilih untuk tidak mengungkapkan secara terbuka. Ia justru meminta agar berita mengenai kasusnya tidak terus dikaitkan dengan isu-isu lain yang sedang dihadapinya.
“Ini tidak ada hubungannya (dengan konflik hak asuh anak) dan tidak perlu terus menggoreng berita, sampai-sampai aku harus berkata kepada publik, ‘oke, aku mau bicara sekarang’,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Perkuat Modal Sosial dan Kolaborasi Ekonomi Desa untuk Mengoptimalkan Potensi Lokal
➡️ Baca Juga: Review Keyboard Mekanik Low Profile: Desain Tipis, Nyaman Untuk Mengetik Kecepatan Tinggi




