Stok Beras RI 4,3 Juta Ton Dapat Memastikan Ketahanan Pangan di Tengah Geopolitik

Jakarta – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mempertahankan ketahanan pangan di tengah tantangan geopolitik yang kian kompleks di tingkat global.
Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai angka 4,3 juta ton.
“Untuk sektor pangan, alhamdulillah stok kita mencapai level tertinggi dalam sejarah. Saat ini, stok beras kita berada di angka 4,3 juta ton. Ini adalah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap Amran dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Senin, 30 Maret 2026.
Amran menjelaskan bahwa tahun lalu, stok beras pemerintah mencapai maksimal 4,2 juta ton. Ia optimis bahwa pada bulan depan, jumlah tersebut dapat meningkat hingga 5 juta ton. “Kapasitas gudang kita saat ini adalah 3 juta ton, dan kami juga menyewa tambahan gudang dengan kapasitas 2 juta ton,” tambahnya.
Keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras pada tahun 2025, menurut Amran, merupakan salah satu strategi utama untuk menghadapi berbagai tantangan geopolitik yang ada.
Ia menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk menjadi negara yang mandiri dan berdaulat, terutama dalam sektor pangan, sesuai dengan visi yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Dalam situasi geopolitik yang semakin memanas, kita perlu langkah-langkah yang cepat dan tepat. Presiden kita memiliki visi yang jelas. Sejak dilantik, beliau langsung menekankan perlunya penyelesaian masalah pangan dan energi agar kita bisa mandiri,” kata Amran.
Stok cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog pada Maret 2026 telah mencapai rekor tertinggi, yakni 4,3 juta ton.
“Kuantitas CBP yang ada akan terus meningkat dalam bulan-bulan mendatang, karena penyerapan beras dari produksi dalam negeri terus berlanjut,” ujarnya.
Data dari Bapanas menunjukkan bahwa cadangan beras pemerintah pada akhir Maret 2026 mencatatkan angka 4,3 juta ton, yang mencerminkan peningkatan signifikan hingga 274,9 persen jika dibandingkan dengan angka pada Maret 2024. Saat itu, CBP berada di angka 1,1 juta ton dengan pengadaan beras dalam negeri hanya sekitar 24,6 ribu ton.
Sementara itu, jika dilihat dari perkembangan stok CBP pada Maret 2025, terjadi peningkatan hingga 87,3 persen. Pada Maret 2025, Bapanas mencatatkan CBP sekitar 2,3 juta ton, dengan realisasi pengadaan beras dari dalam negeri mencapai kisaran 610,2 ribu ton.
➡️ Baca Juga: Ahmad Muzani: Indonesia Berpotensi Keluar dari Board of Peace Jika…
➡️ Baca Juga: Pesan Menag Idul Fitri 2026: Tinggalkan Jejak Positif Usai Ramadan untuk Masa Depan




