Ngorok Saat Tidur Berisiko, Inilah Penanganan Tepat Menurut Dokter yang Perlu Diketahui

Mendengkur, atau yang lebih dikenal dengan istilah ngorok saat tidur, sering kali dianggap sebagai hal yang lumrah. Suara yang timbul ini bahkan sering kali dijadikan indikator bahwa seseorang tengah tidur dengan nyenyak. Namun, dari perspektif medis, mendengkur tidak selalu mencerminkan kualitas tidur yang baik.
Proses mendengkur terjadi ketika aliran udara terhambat saat melewati saluran pernapasan saat seseorang tertidur. Ketika otot-otot di sekitar tenggorokan mengendur, saluran napas dapat menyempit, sehingga jaringan di sekitarnya bergetar ketika udara melintasinya. Getaran inilah yang memunculkan suara dengkuran yang kita dengar.
Bagi sebagian orang, mendengkur bisa menjadi indikasi adanya masalah pernapasan saat tidur, khususnya kondisi yang dikenal sebagai obstructive sleep apnea atau apnea tidur obstruktif. Situasi ini terjadi ketika saluran napas berulang kali menyempit atau malah tertutup selama tidur, sehingga aliran udara yang menuju paru-paru terganggu.
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, seorang Dokter Spesialis Kesehatan Tidur, menegaskan bahwa suara dengkuran tidak seharusnya selalu dipandang sebagai hal yang normal dalam tidur.
Menurut dr. Andreas, “Banyak orang berpikir bahwa saat ngorok, mereka sedang tidur dengan nyenyak. Padahal, banyak di antara mereka yang sebenarnya bertarung dengan masalah pernapasan saat tidur,” ujar beliau dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Kamis, 24 September 2026.
Dalam kondisi tersebut, tubuh sebenarnya masih melakukan usaha untuk menarik dan mengeluarkan napas, namun udara tidak dapat masuk dengan optimal karena adanya hambatan pada saluran pernapasan.
Akibatnya, individu tersebut bisa mengalami episode kekurangan oksigen saat tidur. Hal ini membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga fungsi pernapasan. Jantung, contohnya, dapat mengalami peningkatan beban kerja karena tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen ketika aliran udara terhalang.
Jika gangguan ini terjadi secara berulang sepanjang malam, kualitas tidur seseorang pun akan terganggu, meskipun mereka mungkin tidak menyadari bahwa napas mereka sempat berhenti atau terhambat. Kekurangan oksigen dan tidur yang terpecah-pecah juga dapat mengakibatkan organ-organ tubuh tidak berfungsi secara optimal.
Mendengkur tidak hanya berpengaruh pada kualitas tidur, tetapi juga dapat berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Gangguan pernapasan saat tidur dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas istirahat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, terutama jika apnea tidur tidak ditangani dengan baik.
➡️ Baca Juga: Terbukti Beri Suap, Ibunda Ronald Tannur Divonis Tiga Tahun Penjara: Potret Hukum dan Dinamika di Balik Kasus Korupsi
➡️ Baca Juga: Kim Jong Un Lakukan Uji Coba Rudal di Tengah Ketegangan AS-Israel dan Iran, Apa Penyebabnya?




