happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk Cegah Karhutla

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuannya terhadap rekomendasi yang diajukan oleh sejumlah peneliti dan pakar gambut untuk mendirikan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Salah satu tujuan utama pembentukan badan ini adalah untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama yang terjadi di lahan gambut.

Di Istana Kepresidenan Republik Indonesia, pada hari Kamis, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan dengan lebih dari 20 peneliti dan ahli gambut dari berbagai institusi dan universitas di seluruh Indonesia. Diskusi yang berlangsung selama sekitar empat jam ini berfokus pada pengelolaan gambut dan mangrove, serta strategi pencegahan karhutla yang terjadi di lahan gambut.

“Kesimpulan dari pertemuan para ahli ini adalah untuk merekomendasikan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Rekomendasi tersebut telah disampaikan kepada Bapak Presiden, dan beliau menyetujui langkah tersebut. Berdasarkan pengalaman para ilmuwan, keberadaan badan ini sangat penting, karena pengelolaan data, izin, dan tindakan pengelolaan akan lebih terkoordinasi di satu lembaga. Hal ini tentu akan mempermudah berbagai upaya pencegahan,” jelas Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada 24 September 2026.

Mengenai peran para ahli gambut dalam struktur BPGMN, Mendiktisaintek menjelaskan bahwa mereka akan diminta untuk berkontribusi dalam berbagai aspek.

“Para ahli ini akan dilibatkan untuk memberikan masukan, sebagai narasumber, serta referensi dari berbagai kajian yang telah mereka lakukan,” tambah Brian.

Setelah konferensi pers, saat ditanya tentang efektivitas pembentukan badan baru ini dalam menangani karhutla, Brian menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan yang harus tetap dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan di masa mendatang.

“Bapak Presiden juga menekankan bahwa penanganan kebakaran itu sangat sulit dan biayanya mahal. Namun, jika kita memiliki badan yang fokus pada pencegahan, biaya yang dikeluarkan bisa jauh lebih rendah,” ungkap Brian.

Sementara itu, terkait dengan target waktu untuk pembentukan badan baru ini, Brian menyerahkan informasi tersebut kepada Kementerian Sekretariat Negara untuk penjelasan lebih lanjut.

“Kami di Kemendiktisaintek lebih memfokuskan pada arah hasil riset dan kajian yang ada di kampus, agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan lembaga terkait dalam penanganan kebakaran gambut. Kami berharap, ke depannya, pengelolaan gambut dapat dilakukan dengan lebih baik untuk mencegah terjadinya kebakaran,” jelas Brian Yuliarto.

➡️ Baca Juga: Menjual Template Editing Video: Strategi Menghasilkan Uang Online untuk Creator Pemula

➡️ Baca Juga: POCO F6 Pro vs Realme GT 6: “Performance Monster”, Mana Cooling-nya Baik?

Related Articles

Back to top button