Prabowo-Gibran Lantik 18 Pejabat dan 26 Wantimpres dalam Reshuffle Ketujuh Selama 2 Hari

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah melaksanakan perombakan besar dalam jajaran pemerintahannya menjelang dua tahun masa kepemimpinannya. Proses penyegaran ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada 1 dan 2 Oktober 2026.
Pada hari pertama, Kamis, 1 Oktober 2026, sebanyak 18 pejabat resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta. Perubahan ini mencakup posisi-posisi penting, seperti menteri koordinator, menteri, wakil menteri, serta pimpinan lembaga, termasuk posisi strategis di kepolisian.
Selang satu hari kemudian, pada Jumat, 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo kembali melantik pimpinan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pelantikan ini menandai kelanjutan dari rangkaian perubahan dan penyusunan posisi-posisi penting pemerintahan di awal bulan Oktober 2026.
Rangkaian pelantikan ini merupakan bagian dari reshuffle ketujuh Kabinet Merah Putih yang dilakukan selama masa pemerintahan Prabowo.
Sorotan utama dalam pelantikan pada 1 Oktober 2026 adalah pergantian pucuk pimpinan Polri, di mana Komjen Pol. Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Pada waktu yang bersamaan, Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat juga dilantik sebagai Wakapolri, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Perubahan ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Listyo Sigit sebagai Kapolri. Setelah meninggalkan jabatan tersebut, Listyo diberikan kepercayaan oleh Prabowo untuk menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Dudung Abdurachman.
Sebelum pelantikan dilaksanakan, Prabowo memberikan penghargaan kepada Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo. Listyo menerima Bintang Mahaputera Adipurna, sementara Dedi dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana.
Perombakan pada 1 Oktober juga melibatkan sejumlah posisi menteri koordinator yang mengalami perubahan.
Sugiono, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, kini ditugaskan untuk memimpin Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno.
Sedangkan posisi Menteri Luar Negeri diisi oleh Arrmanatha Christiawan Nasir, yang lebih dikenal dengan panggilan Tata. Sebelumnya, Arrmanatha menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, sehingga pergeseran ini menempatkan seorang diplomat berpengalaman di kursi tersebut.
Dudung Abdurachman juga mendapatkan penugasan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), menggantikan Djamari Chaniago.
Di sisi lain, Bahlil Lahadalia ditunjuk untuk memimpin Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sembari tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dengan demikian, Bahlil akan menjalankan dua jabatan secara bersamaan untuk sementara waktu.
➡️ Baca Juga: Pesan Menag Idul Fitri 2026: Tinggalkan Jejak Positif Usai Ramadan untuk Masa Depan
➡️ Baca Juga: 5 Laptop Pesaing MacBook Neo yang Siap Tantang Dominasi di Pasar Teknologi




