Granit Xhaka Mengakui Membeli Sertifikat COVID Palsu dan Menyatakan Ketidakpercayaan pada Vaksin

Granit Xhaka kini menjadi sorotan terkait keterlibatannya dalam kasus sertifikat vaksin COVID-19 palsu, yang saat ini sedang diselidiki oleh Kejaksaan Luzern, Swiss. Gelandang asal Sunderland ini memutuskan untuk tidak memperkuat Timnas Swiss selama proses penyelidikan berlangsung.
Melalui akun Instagram-nya pada 21 September 2026, Xhaka mengungkapkan bahwa ia pernah membeli sertifikat vaksin COVID-19 ketika dirinya masih merasa ragu untuk mendapatkan vaksin tersebut.
Ia mengaku saat itu diliputi ketakutan dan membuat keputusan yang kini ia sesali.
“Mengenai vaksin COVID-19, pada saat itu saya pribadi masih meragukannya dan berpikir panjang sebelum mengambil keputusan. Saya tidak percaya pada vaksin dan dihantui oleh rasa khawatir dan ketakutan,” ungkap Xhaka.
Ia kemudian menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan sebuah kesalahan.
“Saat emosi saya tidak stabil, saya memilih untuk membeli sertifikat itu alih-alih berkonsultasi dengan para ahli. Saat ini, saya menyadari bahwa tindakan tersebut salah. Itu adalah kesalahan besar dan saya sangat menyesal,” tambahnya.
Kasus ini bermula dari sertifikat vaksin yang diperoleh Xhaka pada tahun 2022. Sertifikat tersebut diduga diberikan oleh seorang dokter di Luzern, yang kini juga tengah diperiksa dalam penyelidikan ini.
Namun, pengacara dokter tersebut membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dia menyatakan bahwa kliennya benar-benar telah memberikan vaksin kepada Xhaka.
Di tengah penyelidikan ini, Xhaka memilih untuk tidak bergabung dengan Timnas Swiss. Sebelumnya, namanya tercantum dalam skuad untuk menghadapi Makedonia Utara, Skotlandia, dan Slovenia.
Xhaka juga menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab dan mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
“Saya bertanggung jawab atas tindakan saya, dan saya berkomitmen untuk menjalani investigasi ini sambil bekerja sama penuh dengan otoritas yang berwenang,” ujar Xhaka.
Hingga saat ini, masih belum ada kepastian mengenai hukuman yang akan diterima Xhaka jika terbukti bersalah. Proses penyelidikan masih terus berjalan.
Kasus ini berawal ketika Xhaka dinyatakan positif COVID-19 pada tahun 2021 dan harus menjalani masa karantina. Setahun kemudian, ia memperoleh sertifikat vaksin yang saat ini menjadi bagian dari penyelidikan oleh Kejaksaan Luzern.
➡️ Baca Juga: Pucuk Pimpinan Tersangka Korupsi Nikel, Ombudsman Minta Maaf dan Pastikan Pelayanan Publik Terus Berjalan
➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Memanfaatkan Fitur Album Bersama di iPhone untuk Keluarga




